TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Gunung Semeru Lumajang Jawa Timur meletus tiga kali selama enam jam, Minggu (28/6/2026) mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Hasil pengamatan visual Pos Pantau Gunung Semeru, letusan tersebut mengeluarkan asap setinggi 500 meter hingga 1 kilometer berwarna putih tebal-kelabu condong ke arah selatan, tenggara dan barat laut
"Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah dan berawan dan angin bertiup lemah ke arah barat daya," ucap Mukdas Sofian, petugas Pos Pantau Gunung Semeru melalui keterangan tertulis.
Letusan dalam aktifitas gunung berapi ini, Sofian memperkirakan berdurasi rata rata 75 hingga 203 detik, dengan hembusan beramplitudo sejauh 6 milimeter.
Baca juga: Update Kondisi Penambang Tertimpa Material Gunung Semeru, Kini Dinyatakan Meninggal Dunia
"Durasi 51 detik, satu kali vulkanik dalam dengan amplitudo 25 milimeter berdurasi 30 detik," ucapnya.
Meski aktifitas gunung ini masih level III atau siaga. Sofian meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," ucapnya.
Selain itu, warga juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran pijar.
"Waspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tutur Sofian.
(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)