Basarnas Ungkap Beratnya Medan Pencarian Sehat yang Hilang di Sekadau Hulu
Faiz Iqbal Maulid June 29, 2026 05:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Tim SAR gabungan memulai pencarian terhadap Sehat (57), warga Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, yang dilaporkan hilang di Dusun Segiam, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, pada Jumat 26 Juni 2026.

Namun hingga hari pertama pencarian, pada Minggu 28 Juni 2026, korban belum berhasil ditemukan.

Tim SAR gabungan harus menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Kota Sekadau menuju lokasi kejadian dengan jarak kurang lebih 35 kilometer.

Kondisi medan yang terjal dan jalan sempit menjadi tantangan tersendiri bagi tim untuk mencapai lokasi pencarian. 

Setibanya di Dusun Segiam, tim langsung berkoordinasi dengan keluarga korban dan masyarakat setempat sebelum melakukan penyisiran di area terakhir korban diketahui berada.

Pencarian difokuskan di kawasan kebun sawit dan hutan yang berada di belakang rumah keluarga korban. 

Tim menyusuri sejumlah jalan setapak dan memeriksa area sekitar yang diduga menjadi jalur yang mungkin dilalui korban. 

• Sehat Hilang Misterius di Sekadau, Hari Pertama Pencarian Belum Membuahkan Hasil

Dalam operasi hari pertama, tim SAR gabungan melakukan penelusuran hingga kurang lebih tiga kilometer dari titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.

Danru Basarnas Pos SAR Sintang, F. Tambunan, mengatakan pihaknya menerima laporan orang hilang pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB dari DPKP Sekadau.

"Kami menerima informasi orang hilang di Dusun Segiam, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu pada Sabtu malam. Setelah menerima laporan, kami langsung mempersiapkan perlengkapan dan pada pagi harinya berangkat menuju Sekadau untuk bergabung dengan tim SAR gabungan menuju lokasi kejadian," ujar Tambunan saat diwawancarai pada Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, korban menghilang setelah menghadiri acara pertunangan anaknya di wilayah Sekadau.

"Setelah hajatan selesai, Bapak Sehat tiba-tiba tidak diketahui keberadaannya dari sekitar rumah. Kami kemudian melakukan koordinasi dengan keluarga dan saksi terakhir yang melihat korban untuk menentukan titik awal pencarian," katanya.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim kemudian melakukan penyisiran mulai dari belakang rumah hingga ke kawasan perkebunan kelapa sawit di sekitar lokasi.

"Hari ini kami sudah melakukan pencarian hingga sore hari, namun hasilnya masih nihil. Besok pagi pencarian akan dilanjutkan dengan memperluas area pencarian hingga ke titik-titik yang diperkirakan dilalui korban," jelas Tambunan.

Meski area pencarian telah diperluas hingga radius sekitar tiga kilometer dari lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban, keberadaan Sehat masih belum ditemukan. 

Operasi pencarian kemudian dihentikan menjelang malam dan tidak dilanjutkan karena kondisi gelap serta keterbatasan cahaya yang dapat membahayakan personel di lapangan.

Selain itu, visibilitas atau jarak pandang yang sangat terbatas saat malam hari menjadi pertimbangan utama tim SAR gabungan untuk menghentikan sementara pencarian, mengingat medan yang disusuri berupa kawasan hutan dan perkebunan berbukit dengan semak belukar yang cukup rapat serta akses yang relatif sulit.

Menurut Tambunan, operasi pencarian oleh Basarnas akan berlangsung selama tujuh hari sesuai prosedur yang berlaku.

"Proses pencarian dari Basarnas berlangsung selama tujuh hari. Setelah itu akan dilakukan evaluasi. Jika korban belum ditemukan, akan dipertimbangkan apakah operasi dilanjutkan atau dihentikan sementara waktu," tutupnya.

Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan cakupan area yang lebih luas dan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan yang berada di lokasi.

• Kronologi Detik-detik Lenyapnya Lansia 57 Tahun di Sekadau usai Ditinggal Sarapan 15 Menit

Kronologi Detik-detik Sehat Hilang

Camat Sekadau Hulu, Fransisco Wardianus atau yang akrab disapa Mejeng, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala Desa Sekonau, Iyok, korban sebelumnya datang ke Dusun Segiam bersama rombongan keluarga untuk menghadiri acara pertunangan anaknya.

"Setelah acara pertunangan yang dilaksanakan pada Kamis malam, rombongan berencana pulang ke Ketapang pada Jumat pagi," kata Mejeng saat dikonfirmasi pada Sabtu 27 Juni 2026.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 07.00 WIB rombongan sempat sarapan bersama. 

Namun saat itu korban memilih tidak ikut sarapan dan tetap berada di luar rumah untuk menjaga barang bawaan atau tas milik keluarga.

"Ketika anaknya selesai makan dan keluar rumah, bapaknya sudah tidak ada di tempat. Sejak saat itu keluarga langsung melakukan pencarian dan membatalkan rencana pulang," ujarnya.

Menurut Mejeng, berbagai upaya pencarian telah dilakukan sejak korban dinyatakan hilang. 

Tim gabungan menyisir area sekitar permukiman hingga kawasan perkebunan sawit dan hutan di belakang rumah tempat korban menginap.

"Ada informasi yang beredar bahwa korban diduga menuju kebun sawit di belakang rumah. Namun lokasi itu sudah kami telusuri hingga ke kawasan hutan, tetapi korban belum ditemukan," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.