TRIBUNNEWS.COM - Dari sembilan negara yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, hanya dua yang mampu lolos dari penyisihan grup, yaitu Australia dan Jepang.
Jika dilihat secara historikal dari keduanya, yang benar-benar murni Asia adalah Jepang karena Australia baru bergabung dengan konfederasi AFC pada awal tahun 2006 dari zona Oceania (OFC).
Keberhasilan Jepang melaju ke fase gugur (babak 32 besar) dan apesnya akan menghadapi tantangan berat dengan melawan Brasil mendapat sorotan tajam bagi Football Enthusiast, Agung Iqbal Ramadhan.
Menurut Iqbal, hanya Jepang tampil dengan konsisten, dari segi pola permainan dan mentalitas tim.
"Hanya Jepang yang mengalami peningkatan secara signifikan dari pola permainan, agresifitas," kata Agung dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang bertajuk "Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus?" di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (28/6/2026) malam.
"Mereka itu negara Samurai, negara harakiri, mereka pasukan kamikaze (saya sebut) memang dari dulu seperti itu, mentalitas bertarung yang konsisten mereka jaga," tambahnya.
Berbeda dengan Jepang, Korea selatan tampil di bawah performa. Satu kemenangan dari tiga pertandingan tidak mampu menyelamatkan Son Heung-min dan kolega untuk lolos ke fase gugur, bahkan tidak masuk dalam peringkat tiga terbaik.
Sementara Jepang dengan lawan yang lebih sulit mampu finis sebagai runner-up.
"Performa Korea Selatan sangat mengecewakan dan mengalami degradasi kualitas dibandingkan edisi Piala Dunia 2022," bebernya.
Terlepas dari itu, tentang Jepang yang akan menghadapi Brasil, ini akan menjadi laga yang seru dan penuh ketegangan di Stadion Houston, Texas pada Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Secara rekor pertemuan, Brasil memang unggul telak dari Jepang.
Total 14 pertemuan yang sudah terjadi di antara keduanya, Brasil memenangkan 11 pertandingan, Jepang sekali, dan dua kali imbang.
Satu-satunya kemenangan bersejarah itu terjadi pada pertemuan terakhir kedua tim di Stadion Ajinamoto pada Oktober 2025.
Jepang menang dengan skor 3-2 atas Brasil. Kemenangan yang meneruskan tren positif tim Samurai Biru besutan Hajime Moriyasu yang bertahan sampai saat ini.
Termasuk saat mengalahkan Skotlandia dan Inggris saat menjalani laga tandang.
Jepang telah berevolusi dalam beberapa tahun terakhir sebagai sebuah tim yang solid dan kompak, yang menunjukkan bahwa mereka bukanlah pelengkap ataupun kuda hitam yang berasal dari Asia.
Jepang adalah tim unggulan dari Asia, dan mereka adalah salah satu tim yang dapat memberikan kejutan di turnamen kali ini.
Analyst Opta memprediksikan, peluang Jepang memenangkan pertandingan tidak terlalu tinggi seperti Brasil.
Peluangnya sebesar 18 persen dan 57,7 persen kepemilikan tim Samba, dan 24,3 persen diperkirakan bertahan imbang di waktu normal untuk berlanjut ke perpanjangan waktu.
Tim Samurai Biru selalu tidak diberkahi ketika mendapat kesempatan tampil di babak fase gugur sehingga pencapaian terbaik mereka hanya babak 16 besar.
Saat menjadi tuan rumah tahun 2002, mereka takluk dari Turki, kemudian kalah dari Belgia pada edisi 2018, dan Kroasia pada edisi 2022.
Sementara saat ini, jika berhasil menaklukkan Brasil, Jepang akan menghadapi pemenang antara Pantai Gading vs Norwegia, dan berpeluang melawan Inggris di babak perempat final.
Laga kontra Brasil akan menjadi ujian terbesar Jepang untuk mematahkan kutukan fase gugur sekaligus membuktikan bahwa mereka layak bersaing dengan para kandidat juara Piala Dunia 2026.
5 Pertandingan terakhir Brasil
5 Pertandingan terakhir Jepang
Brasil
Alisson Backer, Douglas Santos, Magalhaes, Marquinhos, Danilo, Bruno Guimaraes, Casemiro, Lucas Paqueta, Rayan, Vinicius Jr, Matheus Cunha.
Pelatih: Carlo Ancelotti
Jepang
Zion Suzuki, H Ito, S Taniguchi, Takehiro Tomiyasu, Ritsu Doan, Kei Sano, A Tanaka, Nakamura, Kamada, Junya Ito, Ayase Ueda.
Pelatih: Hajime Moriyasu
(Tribunnews.com/Sina)