TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tetap menggelar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XI meski di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Salah satu alasan utamanya adalah tingkat literasi baca Al-Qur'an masyarakat Sulbar yang masih tergolong rendah, yakni sekitar 66 persen.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Sulbar, Juanda Maulana, saat membuka MTQ XI mewakili Gubernur Sulawesi Barat di Mamuju, Minggu (28/6/2026).
Baca juga: Enam Kabupaten Ramaikan MTQ XI Sulbar di Mamuju, Sekda Apresiasi Semangat Panitia
Baca juga: Sindikat Pencuri Emas di Polman Dibekuk di Parepare
Menurut Juanda, MTQ bukan sekadar agenda dua tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur'an.
"Kami memberikan apresiasi kepada panitia yang tetap mampu melaksanakan MTQ meski kondisi fiskal daerah sangat terbatas," ujarnya.
Juanda mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, literasi baca Al-Qur'an di Sulawesi Barat saat ini baru mencapai sekitar 66 persen.
Angka tersebut masih menempatkan Sulbar dalam kelompok provinsi dengan tingkat literasi Al-Qur'an yang relatif rendah.
"Literasi baca Al-Qur'an kita masih sekitar 66 persen. Kita masih berada di kategori bawah, sehingga ini yang ingin terus kita tingkatkan melalui berbagai program, termasuk MTQ," katanya.
Ia menilai peningkatan literasi Al-Qur'an tidak hanya berdampak pada aspek keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur'an dapat menjadi landasan dalam mengelola potensi daerah, baik sumber daya laut maupun darat, sehingga mampu menghadirkan keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Harapannya, masyarakat semakin gemar membaca Al-Qur'an sehingga literasi Al-Qur'an di Sulawesi Barat terus meningkat," tutup Juanda.(*)
Laporan wartawan tribun-sulbar.com/Baiq Sukma Widiawati