WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penyanyi Tantri akhirnya memutuskan angkat bicara terkait dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh seorang teman dekatnya.
Keputusan tersebut diambil bukan semata karena kerugian yang dialaminya, melainkan untuk mencegah munculnya korban-korban baru.
Tantri mengaku sebenarnya tidak nyaman membawa persoalan pribadi ke ruang publik. Selama ini ia lebih memilih dikenal melalui karya-karyanya sebagai musisi.
"Hari ini aku tuh ngobrol sama teman-teman media bukan sebagai Tantri Kotak. Mungkin kalau sebagai Tantri Kotak aku bisa didampingi sama kuasa hukum," ujar Tantri saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, belum lama ini.
"Tapi karena hari ini, aku mencoba sebagai manusia biasa, sebagai ibu pekerja, sebagai orang yang saat ini merasa dirugikan sama satu pihak," lanjutnya.
Baca juga: Orang Dekat Diduga Lakukan Penipuan, Arda dan Tantri Kotak Kumpulkan Bukti untuk Tempuh Jalur Hukum
Tantri mengaku sempat menahan diri selama beberapa hari sebelum akhirnya mengunggah persoalan tersebut ke media sosial.
Pasalnya, sosok yang diduga merugikannya merupakan teman yang sudah dikenalnya cukup lama.
"Aku tuh sebenarnya paling nggak mau, ini bukan aku banget, bisa cerita hal-hal yang memang bukan soal karya," ungkapnya.
Namun, keputusan untuk berbicara semakin bulat setelah mengetahui ada banyak korban lain yang mengalami dugaan kerugian serupa.
"Tapi kalau misalkan aku tidak ceritakan, kemungkinan besar akan makin banyak banget korban-korban selanjutnya," katanya.
Baca juga: Kesedihan Tantri Kotak saat Tabungan Masa Depan Anaknya Raib Dibawa Kabur Sahabat
Ia mengaku tersentuh ketika mengetahui salah satu korban merupakan penderita kanker yang membutuhkan dana untuk melanjutkan pengobatan.
"Teman-temanku ini mengeluarkan uang cukup besar untuk bisa berobat karena kanker," tutur Tantri.
"Jadi kalau misalkan aku nggak speak up, nggak melakukan postingan, nggak ngebeberin postingan itu dan nggak kasih lihat muka si orang tersebut, khawatirnya malah jadi korban lagi," lanjutnya.
Di awal persoalan, Tantri mengaku sempat berharap semua yang terjadi hanyalah kesalahpahaman.
Ia bahkan sempat mempertanyakan apakah temannya benar-benar melakukan dugaan penipuan atau hanya sulit dihubungi.
"Ini bener nggak sih? Ini bener nggak sih nipu? Ini bener nggak sih orangnya ke mana? Tapi sekarang kita bulat dengan teman-teman korban yang lain, kita harus fight," ucapnya.
Suami Tantri, Arda, mengatakan mereka sengaja menyampaikan persoalan tersebut kepada publik agar menjadi pelajaran bagi masyarakat.
Menurutnya, siapa pun berpotensi menjadi korban ketika pelaku berhasil membangun kepercayaan.
"Kalau dipertanyakan, kayaknya kita nggak mungkin deh kena. Tapi ternyata setiap orang juga punya kesempatan untuk itu (ditipu)," ujar Arda.
Ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum mempercayakan uang atau melakukan investasi.
"Makanya kita hadir untuk ngobrol, mungkin suara kita akan didengar ketika orang-orang yang menonton ini akan berbisnis sesuatu untuk memverifikasi, untuk detail," katanya.
Arda menilai dugaan penipuan seperti ini tidak terjadi secara instan, melainkan diawali dengan membangun hubungan dan rasa percaya.
"Justru karena sesuatu itu dibangunnya lewat pelan-pelan, kepercayaan. Kita nggak akan pernah tahu siapa yang akan menusuk kita dari belakang. Itu yang jadi pelajaran," ujarnya.
Baca juga: Diiringi Ian Antono, Tantri Kotak dan Arda Bernyanyi Duet di Konser Amal Gitaris untuk Negeri
Tantri mengungkapkan jumlah korban yang telah diketahuinya mencapai puluhan orang.
Karena itu, ia bersama korban lainnya kini tengah menyusun langkah hukum secara bersama-sama.
"Karena korbannya banyak, kita memang lagi mengatur seperti apa ke depannya. Aku nggak bisa gerak sendiri karena ini menyangkut banyak orang juga. So far memang akan ada langkah ke sana, kita juga lagi diskusi sama kuasa hukum," jelasnya.
Di tengah persoalan tersebut, Arda menegaskan dirinya dan Tantri memilih saling menguatkan dibanding saling menyalahkan.
"Kalau pasangan saling menyalahkan, 'ini salahmu, ini salahku', berhenti kita. Mau nggak mau kita harus tetap jalan," tegas Arda.
"Saya mengizinkan kami marah, tapi jangan sampai marahnya merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Yang penting sekarang solusinya apa berikutnya," tambahnya.
Sebelumnya, Tantri mengungkap melalui media sosial bahwa dirinya diduga menjadi korban penipuan oleh seorang perempuan berinisisial PN alias Poppy Nupitasari (Mih Poppy), yang selama ini dikenal dekat dengan keluarganya.
Menurut informasi yang disampaikan Tantri, modus yang diduga digunakan adalah penggelapan dana investasi dan tabungan.
Total kerugian dari seluruh korban diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Para korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan dekat terduga pelaku.
Sebagian dana yang diduga dibawa juga disebut merupakan biaya pengobatan milik korban.
Hingga kini, keberadaan perempuan yang disebut dalam unggahan Tantri tersebut belum diketahui setelah diduga memutus komunikasi sejak 21 Juni 2026.
Dugaan tersebut belum memperoleh putusan pengadilan dan proses hukum masih berlanjut.