Cole Palmer Dukung Transfer Mengejutkan Chelsea Saat Xabi Alonso Rencanakan Perubahan di Stamford Bridge
Budi Santoso June 29, 2026 09:28 AM

Cole Palmer tampaknya memberikan persetujuannya terhadap upaya Chelsea merekrut mantan bintang Arsenal, Granit Xhaka, saat pelatih baru Xabi Alonso berencana merombak lini tengah The Blues. Klub asal London Barat itu dikabarkan tengah berdiskusi untuk membawa kembali gelandang tim nasional Swiss tersebut ke London dari Sunderland, dalam langkah yang menekankan pentingnya pengalaman dibandingkan usia muda.

Palmer menanggapi rumor transfer Xhaka

Pemain kunci Chelsea, Palmer, tampaknya menunjukkan antusiasme terhadap kemungkinan kedatangan Xhaka. Gelandang tim nasional Inggris itu tertangkap berinteraksi dengan laporan di media sosial mengenai upaya klubnya mendatangkan mantan kapten Arsenal tersebut, terutama dengan unggahan dari Fabrizio Romano yang menyebutkan bahwa Xhaka bisa menjadi “rekrutan kejutan” bagi klub London Barat itu.

Aktivitas Palmer di media sosial tersebut membuat para penggemar Chelsea heboh, terutama karena klub kini tampak mengambil arah yang lebih pragmatis di bawah Alonso. Tindakan Palmer yang secara terbuka memberi tanda suka pada laporan tersebut diartikan sebagai sinyal bahwa ia menyambut baik kedatangan seorang pemimpin berpengalaman untuk membantu tim menghadapi kerasnya kompetisi Liga Premier.

Alonso mengincar reuni dengan bintang Sunderland

Ketertarikan Chelsea terhadap Xhaka sebagian besar dipicu oleh hubungan masa lalu sang pemain dengan Alonso, ketika keduanya bekerja sama dalam kampanye bersejarah Bayer Leverkusen yang menjuarai liga.

Gelandang berusia 33 tahun itu menghabiskan satu tahun terakhir di Sunderland, di mana ia mendapat banyak pujian setelah memimpin tim tersebut finis di peringkat ketujuh dan meraih tiket ke kompetisi Eropa.

Meski usianya sudah tidak muda lagi dan masih memiliki kontrak jangka panjang di tim asal Timur Laut Inggris itu, laporan menyebutkan bahwa Chelsea telah memulai pembicaraan dengan perwakilan Xhaka dan bahkan mengajukan tawaran resmi, namun ditolak oleh Sunderland.

Mengisi kekosongan kepemimpinan di London

Keputusan Chelsea untuk menargetkan pemain veteran seperti Xhaka menandai perubahan besar dari kebijakan para pemilik klub yang sebelumnya berfokus pada perekrutan pemain muda. Setelah hanya finis di posisi ke-10 musim lalu, kebutuhan akan sosok pemimpin di ruang ganti dan kedisiplinan taktis di lini tengah menjadi semakin mendesak.

Xhaka sudah akrab dengan sorotan publik London, setelah melalui masa naik-turun bersama Arsenal sebelum akhirnya pindah ke Jerman.

Jika transfer ini berhasil, Xhaka akan menjadi pemain terbaru yang menyeberang antara dua rival sekota tersebut, mengikuti jejak Jorginho dan Kai Havertz.

Perombakan besar di Stamford Bridge

Upaya mendatangkan Xhaka terjadi di tengah ekspektasi akan adanya perubahan besar di lini tengah Chelsea musim panas ini. Dengan ketertarikan kuat dari Real Madrid terhadap Enzo Fernandez, kehadiran pemain berpengalaman seperti Xhaka akan memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan.

Meski Sunderland secara terbuka menegaskan bahwa kapten mereka tidak dijual, daya tarik proyek Alonso dan kesempatan untuk kembali bermain di level tertinggi di London bisa menjadi alasan kuat bagi Xhaka untuk mempertimbangkan langkah besar tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.