Ternyata Keluarga Tahu Identitas Pria Berkacamata Bersama Ruly Sebelum Pejabat Bangkalan ini Tewas
Musahadah June 29, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Ternyata pihak keluarga Ruly Yunis Setiawati (50) sudah mengetahui identitas pria berkacamata yang bersama Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan itu sebelum ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (24/6/202). 

Sosok pria berkacamata ini diduga bersama Ruly beberapa hari sebelum pejabat Pemkab Bangkalan itu tewas. 

Hal ini terlihat dari video yang beredar viral di sejumlah grup WhatsApp.

Video berdurasi 33 detik itu menyuguhkan kolase foto dan video kebersamaan Ruly bersama pria berkacamata ini. 

Selain mengenakan kaca mata minus, sosok pria dalam video itu mengenakan kaos berwarna biru dengan garis tipis mencolok berwarna merah putih yang melintang penuh pada bagian dada. 

Baca juga: Terjawab Kronologi Tewasnya Ruly Pejabat Bangkalan, dari Pujon, Alun-alun Batu hingga Bandara Juanda

Sosok ini sama dengan pria bermasker yang tertangkap kamera CCTV sedang masuk ke area loket parkir Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026). 

Dari CCTV itu terpantau mobil dinas tempat Ruly ditemukan tewas, masuk ke area bandara.  

Tampak seorang pria mengenakan masker wajah di kursi kemudi, sementara jok depan sisi kiri posisinya direbahkan.

Di situ tempat duduk jenasah Ruly dalam posisi kaki menekuk. 

Kesesuaian antara sosok di alun-alun Kota Batu dan pengemudi mobil dinas Ruly itu dibenarkan kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya. 

"Dari kaca mata pribadi, saya cocok. Ada kesesuaian pada rambut, kaca mata, lebar dahi, kaos. Paling mencolok itu pada gagang kaca mata ada tanda kuning, apalagi kaos paling cocok," ungkap Risang kepada sejumlah awak media pada Minggu (28/6/2026). 

Lalu, siapakah sosok pria berkacamata itu? 

Risang menyebut tim hukum dan beberapa anggota keluarga inti sebenarnya telah mengantongi profil lengkap pria yang terekam CCTV keluar dari pintu kemudi mobil dinas korban pada Sabtu (20/6/2026) sore di Bandara Juanda.

"Pada intinya, kami sebenarnya, terutama kuasa hukum serta beberapa anggota keluarga yang penting dan khusus, sudah mengetahui sosok pria itu seperti apa," katanya. 

Tak hanya itu, Risang juga mengaku mengetahui wajah asli sang pria. 

"Wajah aslinya bagaimana, namanya siapa, alamat rumahnya di mana, dan umurnya berapa, kami sudah tahu semua. Namun, informasi ini memang sengaja tidak dibuka ke semua anggota keluarga demi menjaga kondusivitas," urai Risang secara gamblang.

Risang menyebut foto pria di bandara yang beredar di media sosial adalah hasil rekayasa AI. 

"Kalau foto pria yang beredar luas di medsos itu murni hasil rekayasa AI (Artificial Intelligence), wajah aslinya bukan seperti itu," ungkap Risang Bima Wijaya kepada awak media, Minggu (28/6/2026).

Mengarah ke Pembunuhan

Kini, penyidik kepolisian tengah mendalami dugaan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Ruly. 

Dugaan penganiayaan mencuat, menyusul hasil autopsi yang menunjukkan adanya indikasi asfiksia atau kondisi kekurangan oksigen pada tubuh korban sebelum mengembuskan napas terakhir.

Selain itu, ditemukan pula tanda kekerasan fisik pada bagian luar tubuh korban.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jenazah Perempuan di Parkiran Bandara Juanda, Ini Identitas Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tim medis menemukan luka robek pada cuping telinga kiri korban.

Luka tersebut diduga kuat terjadi akibat benturan atau kekerasan benda tumpul.

Kepala Tim Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, memaparkan sejumlah temuan khas terkait kondisi asfiksia yang dialami korban saat pemeriksaan dilakukan.

"Ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata. Yang ketiga, ditemukan kebiruan pada selaput lendir bibir atas maupun bawah. Kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia," terang AKBP Ni Made Wiatini pada Sabtu (27/6/2026).

Baca juga: Terungkap Perjalanan Terakhir Ruly Sebelum Ditemukan Meninggal di Bandara Juanda

TKP - Tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah perempuan dalam mobil berplat merah yang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Kondisi jenazah korban sudah membengkak.
TKP - Tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah perempuan dalam mobil berplat merah yang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Kondisi jenazah korban sudah membengkak. (Surya.co.id/M Taufik)

Hasil Pemeriksaan Organ Dalam

Indikasi meninggal lemas ini juga diperkuat oleh hasil pemeriksaan organ dalam korban. 

Sejumlah organ vital mengalami perubahan warna akibat pembendungan darah atau kongesti yang mengarah pada kondisi kekurangan oksigen sebelum meninggal.

  • Lidah dan epiglotis berwarna merah kehitaman akibat kongesti.
  • Saluran pernapasan bagian atas mengalami pembendungan darah.
  • Dinding lambung korban ditemukan berwarna merah kehitaman.

Selain itu, tim dokter memastikan bahwa korban tidak dalam kondisi hamil. Perut korban yang tampak membesar saat ditemukan, murni disebabkan oleh proses pembusukan alami.

Ruly Yunis diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum proses autopsi dilakukan, sementara hasil swab vagina dinyatakan negatif dari jejak sperma.

Guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya Ruly Yunis, penyidik telah mengirimkan sejumlah sampel organ dalam korban ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.

Sampel-sampel tersebut kini tengah menjalani uji toksikologi secara mendalam.

Langkah medis ini diambil untuk memastikan apakah kondisi asfiksia yang dialami korban dipicu oleh pengaruh zat beracun tertentu, penyumbatan saluran napas secara paksa, atau faktor medis lainnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan intensif akan terus berjalan untuk mengungkap kebenaran di balik meninggalnya Ruly Yunis yang tragis ini. (Kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.