Makassar Catat Rekor Peserta Terbanyak UCMAS National Competition 2026
Sakinah Sudin June 29, 2026 10:07 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana Ballroom B-C Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (28/6/2026), dipenuhi antusiasme ratusan anak yang mengikuti UCMAS National Competition 2026. 

UCMAS (Universal Concept of Mental Arithmetic System) adalah program pendidikan yang mengajarkan mental aritmatika menggunakan sempoa (abacus) untuk anak-anak, umumnya usia 4–13 tahun.

Para peserta tampak serius menyelesaikan soal-soal aritmatika mental.

Sementara orang tua dan guru memberikan dukungan dari luar arena lomba.

Kompetisi nasional tersebut resmi ditutup Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.

Aliyah sekaligus menyerahkan Piala Juara Umum kepada para pemenang.

Direktur UCMAS Indonesia Irwan Sugiarto mengatakan, jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbanyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

"Terkait tahun ini kurang lebih 800 anak yang ikut dalam acara lomba ini," ujarnya.

Mereka berasal dari Ambon, Kupang, Wonosobo, Toraja, Parepare, Jakarta, Bengkulu, hingga berbagai kota lainnya.

Irwan menjelaskan, peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari berbagai kelompok usia. 

Mulai anak usia 4 hingga 5 tahun, pelajar SMP, bahkan terdapat peserta yang sudah duduk di bangku kuliah.

Namun, mayoritas peserta berada pada rentang usia 4 sampai 12 tahun.

Ia menjelaskan perlombaan dibagi berdasarkan kategori usia maupun tingkatan kemampuan.

Mulai dari basic, intermediate, higher hingga grand level yang menjadi level tertinggi.

Melihat tingginya antusiasme peserta, Irwan menilai Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan kemampuan aritmatika mental.

"Saya rasa positif sekali. Antusiasnya tinggi sekali Makassar ini dan banyak murid-murid dari Makassar yang hebat-hebat," katanya.

Irwan mengatakan, UCMAS merupakan jaringan pendidikan yang telah berkembang di sekitar 80 negara.

Menurutnya, kemampuan peserta tidak ditentukan oleh asal daerah, melainkan konsistensi latihan yang dilakukan masing-masing anak.

"Kalau kemampuan itu tergantung dari anaknya. Mau latihan atau tidak, kata Irwan.

"Seperti olahraga, semakin banyak latihan maka peluang menjadi juara juga semakin besar," jelasnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan UCMAS National Competition selalu berpindah-pindah kota setiap tahun.

Setelah Makassar, rencananya kompetisi tahun depan akan digelar di Kupang.

Irwan mengaku penyelenggaraan di Makassar menjadi salah satu yang paling berkesan karena berhasil mencatat jumlah peserta terbanyak. 

Bahkan, menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kota Makassar juga sangat besar.

"Sangat support. Bahkan tadi Ibu Wakil Wali Kota berharap kalau bisa dua tahun sekali di Makassar," ungkapnya.

Ketua Panitia UCMAS National Competition 2026, Ludiati Bumbungan, mengaku sempat khawatir jumlah peserta tidak sesuai harapan mengingat tingginya biaya perjalanan dari berbagai daerah menuju Makassar.

"Alhamdulillah, dari target yang kami harapkan akhirnya tercapai. Peserta datang dari Sabang sampai Merauke, sehingga tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya.

Ludiati mengatakan UCMAS Bawakaraeng selama ini dikenal konsisten melahirkan prestasi karena menerapkan latihan secara intensif menjelang kompetisi.

"Kalau mau menang ya harus latihan. Kami berikan latihan yang ketat karena memang datang untuk bertanding, bukan sekadar ikut," ujarnya.

Meski menjadi tuan rumah dengan jumlah peserta terbanyak, UCMAS Bawakaraeng memilih tidak mengambil penghargaan sebagai peserta terbanyak dan memberikan apresiasi tersebut kepada daerah lain.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Makassar sebagai tuan rumah kompetisi pendidikan tingkat nasional.

"Kompetisi seperti ini bukan hanya menguji kemampuan akademik anak-anak, tetapi juga melatih konsentrasi, kedisiplinan, ketelitian, serta semangat berkompetisi secara sehat. Inilah investasi terbaik bagi masa depan bangsa," kata Aliyah.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan tidak takut menghadapi kegagalan. 

Menurutnya, kemenangan sejati adalah ketika setiap anak mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya.

Aliyah menegaskan Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung berbagai kegiatan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi unggul melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dan orang tua menuju Indonesia Emas 2045. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.