POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Buku biografi berjudul A Story of Bu Muslimah telah siap diluncurkan pada hari ini Senin (29/6/2026).
Dua hari sebelumnya, kabar duka tibat-tiba datang dari keluarga Bu Muslimah Hafsari (74).
Bu Mus, begitu ia kerap disapa, meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Muhammad Zein, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (27/6/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.
Baca juga: Kadindik Beltim Ungkap 4 Pilar Nilai yang Wajib Ditiru Para Guru dari Bu Mus Tokoh Laskar Pelangi
Kepergian guru SD Muhammadiyah Gantung, Belitung Timur yang merupakan tokoh inspiratif dalam novel dan film Laskar Pelangi, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Belitung.
Ya, seharusnya hari ini menjadi hari istimewa bagi Bu Mus.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur telah menyiapkan peluncuran buku biografi berjudul A Story of Bu Muslimah, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi panjang guru yang menginspirasi lahirnya kisah Laskar Pelangi.
Baca juga: Kisah Kades Gantung Rayu Bu Mus Tokoh Legendaris Laskar Pelangi Agar Mau Diinfus
Kini, buku biografi tersebut menjadi hadiah terakhir untuk Bu Mus.
Suasana duka menyelimuti kediamannya di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.
Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar dari rumah duka yang dipadati pelayat.
Kabar kepergian Bu Mus tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Belitung Timur yang selama ini mengenalnya sebagai sosok guru penuh ketulusan.
Putra almarhumah, Uun (45), menuturkan kondisi kesehatan ibunya mulai menurun drastis pada Jumat (26/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Keluarga bersama tim medis kemudian memutuskan memindahkan Bu Mus ke ruang perawatan intensif (ICU).
“Kondisinya terus menurun sehingga langsung dirawat di ICU,” ujar Uun.
Memasuki pukul 02.30 WIB, kondisi Bu Mus kembali memburuk.
Keluarga yang mendampingi hanya bisa berdoa di tengah suasana haru ruang perawatan.
Sekitar satu jam kemudian, tepat pukul 03.30 WIB, Bu Mus mengembuskan napas terakhir.
“Ibu sudah tidak ada lagi,” kata Uun dengan suara tertahan.
Menurutnya, Bu Mus telah menjalani perawatan selama hampir tiga pekan.
Almarhumah diketahui mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan tumor dan sempat menjalani tindakan medis.
Meski demikian, keluarga dan tim dokter telah berupaya maksimal untuk kesembuhannya.
“Kami sudah melakukan semua ikhtiar yang terbaik selama beliau dirawat,” ujarnya.
Usai disemayamkan di rumah duka, jenazah Bu Mus disalatkan di Masjid Baitul Muttaqien, Desa Gantung, sebelum dimakamkan di TPU Cempaka sekitar pukul 08.30 WIB.
Ratusan warga mengiringi prosesi pemakaman yang berlangsung penuh haru.
Di tengah suasana berkabung, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur memastikan peluncuran buku A Story of Bu Muslimah tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur, Sabarudin, mengatakan buku tersebut telah rampung disusun melalui kolaborasi PGRI Belitung Timur, Dinas Pendidikan, dan tim editor profesional.
“Kami sebenarnya sudah siap meluncurkan buku itu hari Senin. Tetapi Allah memiliki rencana yang lebih indah untuk beliau,” katanya.
Buku itu memuat perjalanan hidup, perjuangan, dan pengabdian Bu Mus dalam dunia pendidikan.
Semula, karya tersebut disiapkan sebagai hadiah penghargaan yang akan diserahkan langsung kepada Bu Mus.
Kini, peluncurannya berubah menjadi penghormatan terakhir bagi sosok yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak Belitung.
Selain menerbitkan buku, pemerintah daerah juga mengabadikan namanya sebagai nama gedung pertemuan utama di lingkungan Dinas Pendidikan Belitung Timur, yakni Gedung Muslimah.
Kesedihan serupa dirasakan Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten atau Afa.
Ia mengaku sangat terpukul karena belum sempat menyerahkan langsung buku biografi tersebut kepada Bu Mus. Padahal, peluncurannya tinggal menghitung hari.
“Belum sempat kita launching bukunya, beliau sudah lebih dahulu meninggalkan kita semua. Tetapi ini sudah menjadi ketetapan Yang Maha Kuasa,” ujar Afa.
Menurutnya, Belitung Timur kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah pendidikan daerah.
Ketulusan Bu Mus mengajar di SD Muhammadiyah Gantung menjadi inspirasi lahirnya Laskar Pelangi, karya yang kemudian mengangkat nama Belitung Timur ke tingkat nasional hingga internasional.
“Kami benar-benar merasa kehilangan. Berkat Laskar Pelangi, Belitung Timur dikenal luas, dan di balik kisah itu ada dedikasi luar biasa Bu Mus,” katanya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)