TRIBUN-MEDAN.com, DELI SERDANG - Aksi tawuran kembali terjadi di Medan.
Kali ini, tawuran memakan korban salah sasaran Januar Lubis, remaja berusia 16 tahun.
Remaja yang sedang melintas, menjadi korban pembacokan di kawasan Simpang Rajawali, Perumnas Mandala.
Terungkap kronologi awal pembacokan di kawasan Simpang Rajawali, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Minggu (28/6/2026) dini hari.
Peristiwa pembacokan dalam aksi tawuran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.
Korban, Januar Lubis (16) yang merupakan warga Belibis IV itu mengalami luka bacok di bagian paha dan punggung.
Akibat dikejar sekelompok orang saat melintas di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum insiden pembacokan, Januar diketahui sedang menghadiri pesta bersama teman-temannya di kawasan Belibis Rayon III.
Sehabis acara, ia merasa lapar dan mendatangi rumah seorang rekannya untuk meminta makan. Usai makan, korban pun meminjam sepeda motor milik rekannya untuk membeli rokok.
Hanya beberapa menit meninggalkan rumah temannya, Januar dikabarkan telah menjadi korban pembacokan.
Sementara itu, korban tidak mengetahui secara pasti adanya tawuran yang sedang berlangsung di Simpang Rajawali.
Diduga saat melintasi jalan tersebut, ia justru dikejar oleh kelompok pelaku dan menjadi korban salah sasaran.
"Dia (korban) tidak tahu ada tawuran. Habis makan dia cuma pinjam kereta mau beli rokok. Sebentar pergi, sudah dapat kabar dia dibacok. Padahal dia cuma lewat," ujar seorang kerabat korban yang tidak ingin namanya disebutkan.
Akibat pembacokan tersebut, Januar pun mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya, di antaranya di bagian paha, punggung hingga harus mendapatkan penanganan medis di klinik terdekat.
Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan membenarkan adanya aksi tawuran di kawasan Jalan Rajawali, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (28/6/2026).
Pihaknya pun menindaklanjuti laporan aduan masyarakat melalui Operator Call Centre 110, dari salah seorang pelapor bernama Mikael sekitar pukul 03.30 WIB, perihal adanya tawuran.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mencoba kembali menghubungi pelapor, namun pelapor tidak dapat dihubungi.
Sedangkan dilokasi terdapat sekelompok pemuda yang sedang berkumpul di lokasi tersebut. Kemudian petugas pawas dan piket 7.0 membubarkan para pemuda untuk kembali rumah masing-masing.
Kompol Ras Maju Tarigan membantah bahwa aksi tawuran tersebut bukan dilakukan oleh para anak-anak, melainkan orang dewasa.
"Bukan anak anak yang tawuran, tetapi orang dewasa, kami tidak tahu ada korban pembacokan, karena anggota tiba dilokasi langsung membubarkan sekelompok anak anak," ucap Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan saat dikonfirmasi Tribun Medan via WhatsApp, Minggu (28/6/2026).
Hingga kini, korban pembacokan dari aksi tawuran tersebut tidak ada membuat laporan ke Mapolsek Medan Tembung.
"Sampai sekarang, kami belum ada menerima laporan dari korban pembacokan itu," lanjutnya.
Ras Maju Tarigan mengungkap bahwa aksi tawuran sering dilakukan oleh para remaja di kawasan rel kereta, Perumnas mandala.
"Tadi malam itu, kami terima informasi yang tawuran orang tua," pungkasnya.
Sebelumnya, wawuran antar geng motor di Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang merenggut korban jiwa.
Adapun remaja yang tewas tersebut siswa SMP berinisial MN (15), warga Jalan Bersama, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.
Ia diduga korban pembacokan saat terjadi tawuran antar geng motor di Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak.
Jenazah korban tiba di rumah duka Senin (22/6) malam sekitar pukul 23.25 WIB.
Korban telah dimakamkan oleh keluarganya pada Selasa (23/6) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tembung, tepatnya di kawasan Titi Sewa.
(Cr9/Tribun-medan.com)