"Kalau mobil paling kencang yang bisa lewat l-300 dan Haice kalau mobil yang muatan lain tidak boleh, jadi mohon dimaklumi bersama." SAHRIAL ABADI, Inisiator Pembukaan Kembali Jalur Enang-Enang
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Perbaikan Jalan Nasional Bireuen-Takengon di kawasan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat terus dipacu dan kini progresnya sudah mencapai 95 persen.
Akses jalan tersebut diperkirakan baru bisa dilalui sepekan lagi. Hal ini disampaikan inisiator pembukaan kembali jalur Enang-Enang, Sahrial Abadi.
"Kalau proses pengaspalan, segera rampung semua. Tapi kita belum membuka akses jalan secara umum, karena harus menunggu aspalnya kering dulu. Perkiraannya sekitar seminggu lagi baru bisa dilalui," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Dikatakan, setelah pengaspalan selesai, pihaknya masih akan melakukan beberapa pengerjaan lanjutan, termasuk pembuatan dinding penahan (lining) jalan. "Ada beberapa pengerjaan lagi, termasuk pembuatan lining jalan, agar lebih aman bila warga melintas," bebernya.
Dijelaskan Sahrial, saat peresmian nanti, kendaraan yang melintas akan dibatasi dan dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama adalah sepeda motor atau kendaraan roda dua, kedua mobil pribadi penumpang, dan ketiga kendaraan berukuran sedang seperti mobil sewa tipe L-300 dan Haice.
Pembagian klasifikasi ini sengaja dilakukan untuk mempermudah pemahaman para pengendara yang melintasi jalur penghubung utama di kawasan tengah Gayo tersebut. "Kalau mobil paling kencang yang bisa lewat l-300 dan Haice kalau mobil yang muatan lain tidak boleh, jadi mohon dimaklumi bersama," tegasnya
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Aceh, Azis, mengatakan, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pembangunan dua jembatan permanen di jalur alternatif Werlah, Bener Meriah.
Kedua jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi permanen untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama proses penanganan Jembatan Enang-Enang berlangsung.
Menurutnya, proses pelelangan pembangunan dua jembatan permanen itu sudah berjalan pada tahun 2026.
Meski jalur Werlah berstatus jalan kabupaten, BPJN Aceh tetap mengambil peran dalam mendukung konektivitas wilayah yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Walaupun statusnya bukan jalan nasional, kami tetap berkontribusi agar akses masyarakat tidak terganggu,” ujar Azis.
Selain menyiapkan pembangunan jembatan, BPJN juga sudah melakukan sejumlah pekerjaan awal di jalur alternatif tersebut. Beberapa titik yang sebelumnya mengalami penyempitan telah diperlebar agar kendaraan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.
Azis menjelaskan, Pemkab Bener Meriah juga memberikan dukungan terhadap pengembangan jalur Werlah. Bahkan, Bupati Bener Meriah sudah mengusulkan agar jalur tersebut ditetapkan sebagai akses permanen melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026.
Sementara untuk peningkatan ruas jalannya, akan dimasukkan dalam program pembangunan jalan daerah yang sedang disiapkan pemerintah daerah.(mi)