Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Hari Teguh Patria | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Aceh Specialty Coffee Competition (ASCC) 2026 resmi berakhir pada Minggu (28/6/2026) di Kafa Roastery, Blang Padang, Banda Aceh.
Kompetisi specialty coffee perdana di Aceh tersebut sukses melahirkan para juara dari tiga kategori yang diperlombakan, yakni Espresso Bar, Manual Brew, dan Cup Taster.
ASCC 2026 digelar sebagai wadah bagi pelaku industri kopi Aceh untuk mengasah kemampuan, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat ekosistem specialty coffee di Tanah Rencong.
Sebelum memasuki babak final, sebanyak 13 peserta berhasil lolos dari tahapan penyisihan yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026).
Pada kategori Espresso Bar, Teuku Khalis tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Arif Setiawan Saragih, disusul Ahmad Raihan di peringkat ketiga.
Sementara Aditya Mahrizki Islami meraih penghargaan Harapan I.
Di kategori Manual Brew, Damar Nugraha berhasil menjadi juara pertama, diikuti Fariz Fadhiansyah sebagai juara kedua dan Yafi Abdullah di posisi ketiga.
Adapun penghargaan Harapan I diraih Muhammad Khairi.
Sementara itu, pada kategori Cup Taster, TM Fadhil Rizkiansyah keluar sebagai juara pertama.
Posisi kedua ditempati Sayed Ummar Abdul Aziz, sedangkan Muhammad Fayadh berada di peringkat ketiga.
Penghargaan Harapan I diberikan kepada Andi Aramiko, sementara Rekha Dinansyah meraih Harapan II.
Salah seorang dewan juri ASCC 2026, Laurent Gelbollingo, menilai kualitas peserta pada penyelenggaraan perdana kompetisi ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif bagi dunia specialty coffee Aceh.
Menurutnya, para peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga pemahaman yang semakin matang terhadap karakter dan kualitas kopi.
"Kompetisi ini menunjukkan bahwa talenta kopi Aceh terus berkembang. Melalui wadah seperti ini, barista Aceh memiliki ruang untuk meningkatkan kemampuan dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.
Kompetisi ini menghadirkan dewan juri dari kalangan profesional industri kopi, yakni Laurent Gelbollingo dan Aryo Kuncorojati yang merupakan pemegang sertifikasi internasional CQI/SCA Q-Arabica Grader, Muhammad Mulyawan selaku Founder Kafa Roastery, serta Ahmad Prima Jaya sebagai Quality Control Barjaya Roastery.
Ketua Panitia ASCC 2026, Dr M Reza Hani, ST, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan perdana ini menjadi pijakan awal untuk menghadirkan kompetisi specialty coffee yang lebih besar di masa mendatang.
Menurutnya, ASCC tidak hanya akan dipertahankan sebagai ajang kompetisi tahunan, tetapi juga dikembangkan menjadi kompetisi berskala nasional dengan menghadirkan peserta, dewan juri, dan pelaku industri kopi dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejalan dengan itu, ASCC akan bertransformasi menjadi Aceh Specialty Coffee Association sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi antarpelaku industri kopi melalui peningkatan kompetensi, pelatihan, pengembangan jejaring, riset, serta promosi kopi Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
"Harapan kami, Aceh tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik, tetapi juga mampu melahirkan barista, brewer, dan cup tester yang memiliki daya saing di tingkat nasional. Melalui Aceh Specialty Coffee Association, kami ingin membangun ekosistem specialty coffee yang lebih kuat dan berkelanjutan," kata Reza.
Ia berharap ASCC dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang sekaligus menjadi salah satu motor penggerak kemajuan industri specialty coffee Aceh. (tri)