- Citra satelit terbaru mengungkap dugaan kerusakan di markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain usai serangan rudal dan drone Iran.
Laporan tersebut dipublikasikan The Wall Street Journal berdasarkan analisis citra satelit, rekaman media sosial, serta wawancara dengan sejumlah personel militer Amerika.
Hasil investigasi menunjukkan beberapa fasilitas penting di pangkalan diduga mengalami kerusakan.
Di antaranya markas komando, gudang logistik, fasilitas komunikasi, hingga sejumlah bangunan pendukung operasional militer.
Laporan itu juga menyebut dua terminal komunikasi satelit ikut terdampak.
Selain itu, area operasi kapal dan fasilitas pendukung Angkatan Laut Amerika dilaporkan mengalami kerusakan.
Akibatnya, sebagian fasilitas di markas Armada Kelima disebut tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
Armada Kelima sendiri merupakan pusat operasi Angkatan Laut Amerika Serikat yang mengawasi kawasan Teluk, Laut Merah, hingga sebagian Samudra Hindia.
Serangan tersebut diklaim Iran sebagai balasan atas operasi militer Amerika yang lebih dulu menghantam fasilitas rudal dan drone di wilayah Iran.
Teheran menyebut operasi itu dilakukan menggunakan kombinasi rudal dan drone yang menyasar sejumlah instalasi militer Amerika di Bahrain dan Kuwait.
Meski demikian, hingga kini Pentagon belum memberikan tanggapan resmi terkait hasil investigasi maupun tingkat kerusakan yang dilaporkan.