TRIBUNSUMSEL.COM — Nama Dita Restu Amanda alias Mondy Tatto kembali menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam kasus pembunuhan.
Setelah sempat viral karena memutuskan untuk berhijrah, selebgram anak punk dengan penampilan ikonik ini kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum.
Ia diamankan oleh pihak kepolisian setelah terseret dalam pusaran kasus penikaman berdarah sesama anak punk yang menewaskan seorang pria berinisial FA (29) pada Sabtu (27/6/2026).
Baca juga: Sosok Mondy Tatto Tiktokers Punk Hijrah Ngaku Dilecehkan Ustaz Ebit Lew, Saling Lapor ke Polisi
Berdasarkan video yang beredar, Mondy Tatto diamankan di kantor polisi bukan sebagai eksekutor utama, melainkan sebagai saksi kunci karena berada di lokasi kejadian dan menjadi pemicu perselisihan asmara maut tersebut.
Tragedi penikaman ini terjadi di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (27/6/2026) dini hari.
Penikaman ini murni dipicu oleh konflik asmara atau cinta segitiga yang melibatkan Mondy Tatto.
Mondy diketahui telah menjalin hubungan dengan pelaku sejak tahun 2024.
Namun di sisi lain, korban (FA) ternyata juga memiliki hubungan dekat bahkan tinggal bersama Mondy di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cikarang Barat.
Kedekatan korban dengan Mondy inilah yang memicu api cemburu buta dari pelaku.
Pertikaian antara korban dan pelaku sebenarnya sudah pecah sejak sore hari di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati.
Puncaknya terjadi menjelang subuh sekitar pukul 04.00 WIB di wilayah Kalijaya, di mana pelaku menyerang korban secara membabi buta.
Korban FA dinyatakan meninggal dunia setelah menderita sekitar lima luka tusuk di bagian dada kiri dan perutnya akibat senjata tajam jenis pisau.
Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimas Adhit Putranto, menjelaskan bahwa pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang usai menusuk korban.
"Setelah menerima laporan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, kami bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi," ujar Dimas Adhit pada Minggu (28/6/2026), dilansir dari Wartakotalive.com.
Namun, dalam waktu singkat tim Buser Polsek Cikarang Barat bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi berhasil meringkus pelaku.
Ketua RT setempat, Boy Sandi, mengatakan keributan antara korban dan pelaku sebenarnya sudah terjadi sejak sehari sebelumnya.
Informasi yang diterimanya, cekcok bermula di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati sebelum berlanjut hingga ke wilayah Kalijaya.
"Kami juga tidak tahu persis awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok dari sore, lalu menjelang subuh ada warga melapor kepada kami. Saat kami datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Musi Rawas, Pemotor Tewas Usai Ditabrak Bus, Alami Luka Parah
Boy menyebut korban dan pelaku sama-sama berprofesi sebagai pengamen anak punk. Menurutnya, perselisihan diduga dipicu rasa cemburu terhadap seorang perempuan yang dikenal di lingkungan tersebut.
"Kayaknya sama-sama pengamen. Mungkin ada masalah sedikit. Sepertinya ada motif asmara, barangkali ada rasa cemburu," katanya.
Di lingkungan tempat tinggalnya, perempuan yang diduga menjadi pemicu perselisihan diketahui telah mengontrak rumah sekitar delapan bulan.
Selama itu, menurut Boy, tidak pernah ada persoalan yang menonjol.
"Selama di sini tidak pernah bikin masalah. Paling cekcok biasa dengan teman-temannya. Baru kali ini sampai ada korban meninggal," tandasnya.
Sosok Mondy Tatto (25) dikenal luas sebagai seorang vespunk wanita yang memiliki rajutan tato ekstrem di sekujur tubuh hingga menutupi wajah dan bola matanya.
Tato di matanya dibuat oleh temannya yang bukan merupakan seniman tato profesional, sehingga Mondy mengaku pernah mengalami gangguan penglihatan selama lebih kurang 1 minggu.
Layaknya anak punk pada umumnya, Mondy sangat akrab dengan jalanan yang sempat menjadi rumahnya.
Kala masih menjadi anak punk, Mondy sesekali tinggal di kontrakan.
Namun, ketika dia tidak mampu membayar kontrakan, maka dia akan kembali ke jalanan.
Mondy dikabarkan pernah gagal membina rumah tangga; dia memiliki satu orang anak laki-laki yang saat ini sudah berusia 7 tahun.
Di tengah kerasnya kehidupan jalanan, ia sempat menghebohkan publik saat menyatakan diri ingin berhijrah dan mulai menghapus beberapa tato miliknya karena sadar tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Kehidupannya tak pernah lepas dari sorotan.
Setelah kisah hijrahnya, ia sempat menikah dengan Nopendi Setiawan pada Agustus 2023 namun langsung melaporkan sang suami atas dugaan KDRT seminggu setelahnya.
Tak sampai di situ, Mondy juga sempat menuai kontroversi besar saat mengaku dilecehkan oleh tokoh agama asal Malaysia, Ustaz Ebit Lew, ketika berniat memperdalam ilmu agama di negeri jiran tersebut.
Mondy juga menuding Ustaz Ebit Lew berusaha untuk mencium dan memegang tangannya.
Karena kejadian inilah Mondy memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com