TRIBUN-SULBAR.COM- Masa pemulihan setelah melahirkan menjadi fase penting yang sering kali luput dari perhatian.
Fokus keluarga umumnya tertuju pada bayi, sementara kondisi ibu yang baru menjalani persalinan kerap terabaikan.
Padahal, ibu yang melahirkan secara normal, terutama yang menjalani episiotomi atau mengalami robekan pada jalan lahir, membutuhkan perawatan luka yang tepat agar proses penyembuhan berjalan optimal.
Baca juga: Sampah Sepanjang 10 Meter Berserakan di Depan SMKN 1 Polewali, Tak Kunjung Diangkut
Baca juga: Damkar Pasangkayu Evakuasi Cincin Tersangkut di Jari Balita
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Suci Widhiati, M.Sc., Sp.D.V.E., Subsp.D.A., FINSDV, FAADV, mengingatkan ibu untuk memperhatikan kondisi luka selama masa pemulihan.
Menurutnya, area vagina membutuhkan waktu untuk sembuh setelah persalinan.
Karena itu, ibu perlu mewaspadai tanda-tanda infeksi, seperti munculnya bau tidak sedap, keluarnya nanah, nyeri yang semakin berat, atau demam.
"Kalau ada bau yang tidak nyaman, keluar nanah, atau nyeri semakin berat, sebaiknya segera periksa ke dokter dan jangan dibiarkan," ujar dr. Suci dalam siaran langsung Momspiration melansir Tribun Health, Minggu (28/6/2026).
Ia menegaskan, kesibukan merawat bayi seharusnya tidak membuat ibu mengabaikan kondisi kesehatannya sendiri.
Hindari Penggunaan Ramuan Tradisional
dr. Suci juga mengimbau ibu untuk tidak sembarangan menggunakan ramuan tradisional pada luka bekas persalinan tanpa anjuran tenaga medis.
Menurutnya, perawatan luka cukup dilakukan dengan menjaga kebersihan area jahitan dan menggunakan obat atau salep yang diresepkan dokter.
Ia menjelaskan bahwa luka pada area tersebut umumnya dapat membaik lebih cepat dibandingkan luka pada bagian kulit luar apabila dirawat dengan benar.
Protein Bantu Percepat Penyembuhan
Selain perawatan luka, asupan nutrisi juga berperan penting dalam proses pemulihan.
dr. Suci mengatakan anggapan yang melarang ibu mengonsumsi telur, daging, atau ikan setelah melahirkan tidak memiliki dasar medis.
Justru, tubuh membutuhkan protein untuk membentuk jaringan baru dan mempercepat penyembuhan luka.
"Protein sangat penting untuk proses penyembuhan. Karena itu, ibu tetap dianjurkan mengonsumsi telur, daging, ikan, maupun sumber protein nabati," jelasnya.
Dengan menjaga kebersihan luka, mengikuti anjuran dokter, serta memenuhi kebutuhan gizi, proses pemulihan pascapersalinan dapat berlangsung lebih optimal sehingga ibu bisa kembali beraktivitas dan merawat bayinya dengan nyaman.(*)