Elpiji 3 Kg Sulit Didapat, Warga Cempaka Banjarbaru Ini Kembali Memasak Pakai Kayu
Hari Widodo June 29, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Sulitnya gas 3 Kg yang didapatkan masyarakat, menghadirkan fenomena penggunaan bahan bakar alternatif di antaranya kayu bakar.

Hal ini seperti dilakoni Suliani, warga Desa Sungai Rancah, Kelurahan Palam, Cempaka, Banjarbaru.

Ia sudah cukup lama mengantisipasi kekosongan gas dengan membuat tungku dari batako dan batu gunung.

“Seperti main masak-masakan di masa kecil. Susun kayu bakar berupa potongan dahan dan ranting, nyalakan api, menunggu kayu terbakar, menjaga api tetap menyala,” ujarnya kepada BPost, Sabtu (27/6/2026).

Baca juga: Isi Curhatan Pedagang di Kotabaru Kalsel Pasca Harga Gas Elpiji Subsidi di Eceran Tembus 60 Ribu

Suliani sudah menyiapkan tungku kayu bakar sejak bulan Ramadan atau tiga bulan lalu. Dan setiap kali stok gas kosong di pangkalan  maka tungku itu difungsikan.

Diakuinya, gas 3 Kg atau gas melon sering kosong, sementara di warung kalaupun ada harganya mencaai Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per tabung.

“Saya mengumpulkan patahan dahan dan ranting yang didapat di kebun tetangga. Kemudian dijemur hingga kering. Syukurnya sekarang musim panas, kalau musim penghujan ya susah mengeringkan kayunya,” seloroh Suliani.

Proses memasak menggunakan kayu bakar itu sempat ia videokan dan dibagikan di story WA yang mengundang perhatian tetangga dan keluarga, sehingga ada yang memberinya gas 3 Kg.

Kelangkaan tak hanya dialami warga di Banjarmasin dan Banjarbaru. Di Hulu Sungai Utara (HSU), warga membeli di harga Rp 38 ribu.

“Kemarin ada saat jalan sore melihat pedagang yang menjual elpiji 3 kilogram harga Rp 38 ribu, saya langsung memesan satu dan mengambil tabung kosong di rumah langsung menukarnya dengan yang baru,” ujar Yuni, kelurahan Sungaimalang, Minggu (28/6/2026).

Yuni mengaku tetap membeli meskipun harganya lebih mahal karena lumayan bisa untuk tiga minggu kebutuhan di rumah.

Beberapa waktu lalu Ketua Komisi II DPRD HSU H Mukhsin Haita juga mengatakan kelangkaan dan tingginya harga elpiji subsidi ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Sementara menurut pihak Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Kalsel, langkanya gas subsidi dimungkinkan karena peralihan penggunaan jenis gas di masyarakat dari nonsubsidi 5,5 Kg ke 3 Kg.

Hal ini diungkapkan Ketua Hiswana Migas Kalsel, Hj Muliana Yuniar. Menurutnya alokasi elpiji 3 Kg tidak ada perubahan.

“Sebagaimana diketahui, ada perubahan harga per 18 April 2026 bahwa gas nonsubsidi 5,5 Kg menjadi Rp 115 ribu hingga Rp 125 ribu dan gas 12 Kg menjadi Rp 205 ribu hingga Rp 210 ribu. Nah, kayaknya banyak yang berpindah dari 5,5 Kg ke 3 Kg karena harganya Rp 18.500, lebih murah,” katanya.

Hal kedua, bulan lalu ada berapa kali tanggal merah atau libur nasional. Kebijakan Pertamina pada  tanggal merah tak ada penyaluran gas. Jadi, yang seharusnya setiap hari gas disalurkan, setiap tanggal merah terhenti.

“Ada sekitar 130 agen di Kalsel, satu agen menyalurkan antara 2-3 truk per hari. Lantas, kami minta kebijakan agar tanggal merah tetap ada penyaluran dan dibijaksanai bahwa satu agen boleh menyalurkan 1 truk. Jelas stok di pangkalan jadi berkurang karena jumlah yang diterima tidak seperti hari biasa,” terangnya.

Mengenai masalah harga yang melambung di pasaran, disarankannya, agar masyarakat membeli ke pangkalan resmi saja. Karena barang ada, apalagi pada bulan Juli tidak ada tanggal merah, sehingga penyaluran sesuai alokasi.

Baca juga: Sulit Didapat Harga Gas Elpiji 3 Kg di Amuntai HSU Capai Rp38 Ribu, Warga Terpaksa Tetap Membeli

Mengenai adanya dugaan kelangkaan juga karena permainan agen atau pangkalan, menurut Muliana hal itu susah dilakukan.

 “Para agen itu diaudit dan ada sistem pelaporan online jadi semua penyaluran terpantau,” tegasnya.

Jika pun masyarakat menemukan ada pihak atau oknum melanggar aturan, ia mempersilakan menyampaikan laporan ke Pertamina melalui nomor 135.

“Selain itu, pihak Pertamina berencana akan mengadakan operasi pasar di daerah-daerah yang terdeteksi harga gas 3Kg mahal dan kosong. Kita tunggu langkah dari Pertamina,” tandasnya. (dea/nia)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.