Sorot Panjangnya Masa Penerimaan Mahasiswa Baru di PTN, Uniska: Ruang PTS Jadi Sempit
Hari Widodo June 29, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID– Fenomena tidak seluruh calon mahasiswa yang lolos seleksi di perguruan tinggi negeri (PTN) melakukan daftar ulang menjadi peluang bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk menambah mahasiswa baru.

Di Kalimantan Selatan, tingkat daftar ulang mahasiswa baru di sejumlah PTN juga belum mencapai 100 persen.

Di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), angka daftar ulang berada di kisaran 90 persen. Sedangkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin sekitar 89 persen.

Kondisi serupa juga menjadi perhatian di tingkat nasional, di mana Panitia SNPMB menyebut tidak sedikit calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi, namun akhirnya batal melakukan registrasi ulang.

Baca juga: ULM Resmi Buka Kampus di HST, Tiga Prodi Siap Terima Mahasiswa Baru

Ketua Umum Yayasan Uniska MAB, Budiman Mustafa menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi swasta untuk menjaring calon mahasiswa yang batal melanjutkan studi di PTN.

“Kami berharap mereka yang tidak mendaftar ulang di PTN bisa mengikuti tes gelombang kedua di Uniska,” katanya, Minggu (28/6).

Meski demikian, Budiman mengakui persaingan mendapatkan mahasiswa baru tahun ini semakin berat.

Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi PTS adalah masa penerimaan mahasiswa baru di PTN yang berlangsung lebih panjang, sehingga calon mahasiswa masih memiliki banyak pilihan.

Ia mengatakan, persoalan tersebut juga jadi keluhan banyak PTS di Indonesia.

Dalam forum PTS, pihaknya bahkan mengusulkan agar pemerintah membatasi penerimaan mahasiswa di PTN.

“Seluruh PTS mengeluh. Kami mengusulkan agar penerimaan mahasiswa di PTN juga dibatasi. Kalau PTN terus menerima mahasiswa dalam jumlah besar dengan masa pendaftaran yang panjang, tentu ruang bagi PTS menjadi semakin sempit,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Budiman mengatakan Uniska tetap optimistis mampu memenuhi target penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.

Hal itu juga didukung dengan masih dibukanya gelombang kedua serta berbagai program bantuan pendidikan, seperti KIP kuliah, Uniska Peduli, dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu.

Sementara itu, Rektor Uniska MAB Prof Mohammad Zainul mengatakan, capaian penerimaan mahasiswa baru belum bisa dinilai dari gelombang pertama.

Baca juga: ULM Buka Jalur Mandiri, Tersedia 1.786 Kursi untuk Calon Mahasiswa Baru

Menurutnya, banyak calon mahasiswa baru yang masih menunggu hasil seleksi atau mempertimbangkan pilihan sebelum akhirnya mendaftar pada gelombang kedua.

“Kadang di gelombang pertama terlihat belum maksimal, tetap setelah gelombang justru meningkat karena calon mahasiswa masih wait and see. Nanti ending-nya baru bisa terlihat setelah gelombang kedua selesai,” ujarnya. (msr)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.