TRIBUNSUMSEL.COM — Kehidupan Dita Restu Amanda, atau yang lebih dikenal sebagai Mondy Tatto sempat mengalami pasang surut.
Namanya kian dikenal luas sebagai seorang vespunk wanita yang memiliki rajutan tato ekstrem di sekujur tubuh hingga menutupi wajah dan bola matanya.
Di balik itu, Mondy Tatto memiliki kisah spiritual saat dirinya memutuskan hijrah untuk memperdalam agama islam.
Namun lama tidak terdengar kabarnya, Mondy Tatto dikabarkan ditangkap polisi setelah diduga namanya terseret kasus pembunuhan sesama anak punk di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Baca juga: Sosok Mondy Tatto, Selebgram Dikabarkan Ditangkap Diduga Pemicu Penikaman Anak Punk di Cikarang
Mondy Tatto merupakan seleb TikTok kelahiran tahun 2001 asal Karawang.
Kisahnya viral setelah dibagikan oleh Ustaz asal Malaysia, Ebit Lew yang memvideokan momen pertama kali dirinya bertemu dengan Mondy Tatto.
Perempuan punk yang mempunya tato di tubuh dan wajahnya itu tengah tidur di pinggir jalan pada 2023 lalu.
Mendengar kisah Mondy Tatto sebagai orang tua tunggal di usianya yang saat itu masih 21 tahun, membuat Ustaz Ebit Lew memberikan perhatian.
"Rezeki bertemu Mondy ibu tunggal 21 tahun di Jakarta yang menyara anak kecil berumur 4 tahun. Wajahnya penuh tatoo termasuk dalam matanya penuh tatoo. Cantik dan baik adik ni. Kehidupan anak punk jalanan. Dari kecil hidup susah dan dijalanan. Masa kami mula sampai mondy asyik menangis terharu. Dia baru keluar dari rumah sewa tak mampu bayar tidur dijalanan," tulis Ustaz Ebit Lew dalam unggahannya pada 8 Juni 2023 lalu.
Pada momen itu, Ustaz Ebit Lew memberikan satu set baju syar'i. Akhirnya hal itu membuat Mondy Tatto belajar menutup aurat.
Masih di bulan yang sama, wanita penuh tato itu memilih pergi ke Malaysia dengan alasan memperdalam agama Islam.
Keputusan itu diambil Mondy agar ia tidak kembali hidup di lingkungan dengan teman-teman anak jalanan.
Kedatangannya pun disambut Ustaz Ebit Lew.
Baca juga: Duduk Perkara Mondy Tatto Ngaku Dilecehkan Ustaz Ebit Lew, Awal Ketemu Ingin Memperdalam Agama
Namun sekitar 9 hari lalu, Mondy Tatto muncul di podcast rapper asal Malaysia, Caprice dengan tampilan lamanya.
Dia menanggalkan hijabnya. Lebih mengagetkannya lagi Mondy Tatto menceritakan adanya dugaan pelecehan seksual yang dia alami dari Ustaz Ebit Lew.
Mondy Tatto mengatakan Ustaz Ebit Lew terus berusaha menyentuhnya dengan memuji tato di wajahnya cantik.
Dia juga mengatakan sang ustaz berusaha mengelus wajahnya dengan alasan ingin menyentuh tato di pipinya.
"Aku langsung berpikir dalam hati, 'Dia pandai agama, sedangkan aku bukan mahramnya. Kok dia bisa seperti itu?' Aku takut," aku Mondy Tatto.
"Aku jauh-jauh dari Indonesia ke Malaysia ingin belajar agama, ingin pandai. Kenapa dia melakukan seperti itu. Kan gila, di luar batas," tambah TikToker tersebut.
Kenapa dia melakukan seperti itu. Kan gila. Di luar batas," tambah Mondy.
Karena kejadian inilah Mondy memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
"Itu baru hari pertama, bagaimana hari ke depannya selama aku di Malaysia.
Aku nggak tau apa yang akan dia lakukan nanti kan," ujarnya.
Mondy Tatto mengaku sebenarnya ia belum siap hijrah apalagi memakai hijab.
Ditambah lagi ada banyak omongan dari orang sekitar tentang penampilannya yang penuh tato.
"Hatinya belum terlalu mantap, kayak belum terlalu siap karena banyak ejekan. Aku pakai hijab tapi aku gini (bertato)," katanya.
Menanggapi video viral pengakuan Mondy Tatto, rupanya banyak yang tak percaya.
Mereka membela Ustaz Ebit Lew dan menuduh Mondy Tatto yang bukan-bukan.
Mendengar pengakuan Mondy Tatto, Ustaz Ebit Lew tak tinggal diam. Sepulang umrah merasa difitnah, Ustaz Ebit Lew langsung membuat laporan ke kepolisian Malaysia.
"Bismillah. Baru sampai dari Jeddah 12malam tadi terus ke Balai Polis buat report mengenai fitnah-fitnah melampau yang langsung tidak berasas ke atas saya. Saya serahkan pihak polis untuk mengambil tindakan. Saya juga telah menyerahkan kepada pihak peguam saya untuk tindakan selanjutnya," tulis Ebit Lew dilihat dalam unggahannya dilihat pada Sabtu (23/9/2023) lalu.
Baca juga: Dulu Viral, Kini Mondy Tatto Dikabarkan Ditangkap Diduga Terlibat Penikaman Anak Punk di Cikarang
Ia mengajukan gugatan pencemaran nama baik ke Mahkamah Shah Alam.
Gugatan tersebut ditujukan kepada Caprice dan Mondy Tatto.
Laporan Ustaz Ebit Lew sudah diproses. Dilansir dari Harian Metro, rapper Caprice mengaku sudah diperiksa oleh polisi bersama dengan Mondy Tatto dan beberapa saksi lainnya.
Sementara, ayah Mondy Tatto tampak menangis tersedu-sedu dalam sebuah video call bersama Ustaz Derry Sulaiman.
Ia meminta maaf melalui Ustaz Derry Sulaiman atas pernyataan putrinya yang menimbulkan kegaduhan.
"Saya mau minta maaf pada ustaz Ebit karena tingkah laku dan tutur kata tidak sopan (Mondy)," kata pria paruh baya itu yang dikutip dari akun tiktok @arisya nordin.
Selain meminta maaf, pria itu juga menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Ebit Lew yang telah membantu keluarganya.
Layaknya anak punk pada umumnya, Mondy sangat akrab dengan jalanan yang sempat menjadi rumahnya.
Kala masih menjadi anak punk, Mondy sesekali tinggal di kontrakan.
Namun, ketika dia tidak mampu membayar kontrakan, maka dia akan kembali ke jalanan.
Sosok Mondy Tatto, Tiktoker Anak Punk yang Viral Gegara Ngaku Pernah Dilecehkan Ustaz Terkenal
Mondy dikabarkan pernah gagal membina rumah tangga; dia memiliki satu orang anak laki-laki yang saat ini sudah berusia 7 tahun.
Di tengah kerasnya kehidupan jalanan, ia sempat menghebohkan publik saat menyatakan diri ingin berhijrah dan mulai menghapus beberapa tato miliknya karena sadar tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Kehidupannya tak pernah lepas dari sorotan.
Setelah kisah hijrahnya, ia sempat menikah dengan Nopendi Setiawan pada Agustus 2023 namun langsung melaporkan sang suami atas dugaan KDRT seminggu setelahnya.
Bukan lagi karena keputusan spiritualnya, wanita berusia 25 tahun ini kini dikabarkan diamankan oleh jajaran Polsek Cikarang Barat.
Sosoknya terseret diduga sebagai saksi kunci dalam kasus pembunuhan tragis sesama anak punk yang dipicu oleh konflik cinta segitiga.
Ia dikabarkan diamankan oleh pihak kepolisian setelah terseret dalam pusaran kasus penikaman sesama anak punk di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Insiden berdarah sesama anak punk menewaskan seorang pria berinisial FA (29) pada Sabtu (27/6/2026).
Berdasarkan video yang beredar, Mondy Tatto dikabarkan diamankan di kantor polisi bukan sebagai eksekutor utama, melainkan sebagai saksi kunci karena berada di lokasi kejadian dan menjadi pemicu perselisihan asmara maut tersebut.
Tragedi penikaman ini terjadi di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (27/6/2026) dini hari.
Penikaman ini murni dipicu oleh konflik asmara atau cinta segitiga yang melibatkan Mondy Tatto.
Baca juga: Sosok Ustaz Ebit Lew Pendakwah Dituding Lecehkan Mondy Tatto, Sempat Tersandung Kasus Serupa
Mondy diketahui telah menjalin hubungan dengan pelaku sejak tahun 2024.
Namun di sisi lain, korban (FA) ternyata juga memiliki hubungan dekat bahkan tinggal bersama Mondy di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cikarang Barat.
Kedekatan korban dengan Mondy inilah yang memicu api cemburu buta dari pelaku.
Pertikaian antara korban dan pelaku sebenarnya sudah pecah sejak sore hari di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati.
Puncaknya terjadi menjelang subuh sekitar pukul 04.00 WIB di wilayah Kalijaya, di mana pelaku menyerang korban secara membabi buta.
Korban FA dinyatakan meninggal dunia setelah menderita sekitar lima luka tusuk di bagian dada kiri dan perutnya akibat senjata tajam jenis pisau.
Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimas Adhit Putranto, menjelaskan bahwa pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang usai menusuk korban.
"Setelah menerima laporan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, kami bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi," ujar Dimas Adhit pada Minggu (28/6/2026), dilansir dari Wartakotalive.com.
Namun, dalam waktu singkat tim Buser Polsek Cikarang Barat bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi berhasil meringkus pelaku.
Ketua RT setempat, Boy Sandi, mengatakan keributan antara korban dan pelaku sebenarnya sudah terjadi sejak sehari sebelumnya.
Informasi yang diterimanya, cekcok bermula di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati sebelum berlanjut hingga ke wilayah Kalijaya.
"Kami juga tidak tahu persis awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok dari sore, lalu menjelang subuh ada warga melapor kepada kami. Saat kami datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Boy menyebut korban dan pelaku sama-sama berprofesi sebagai pengamen anak punk. Menurutnya, perselisihan diduga dipicu rasa cemburu terhadap seorang perempuan yang dikenal di lingkungan tersebut.
"Kayaknya sama-sama pengamen. Mungkin ada masalah sedikit. Sepertinya ada motif asmara, barangkali ada rasa cemburu," katanya.
Di lingkungan tempat tinggalnya, perempuan yang diduga menjadi pemicu perselisihan diketahui telah mengontrak rumah sekitar delapan bulan.
Selama itu, menurut Boy, tidak pernah ada persoalan yang menonjol.
"Selama di sini tidak pernah bikin masalah. Paling cekcok biasa dengan teman-temannya. Baru kali ini sampai ada korban meninggal," tandasnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com