Kunci jawaban Sejarah Kelas 11 berikut untuk soal pada Buku Sejarah untuk SMA Kelas XI Kurikulum Merdeka Edisi 1 yang ditulis Martina Safitry dan diterbitkan Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2021.
Pada halaman 46 dan 47 memuat soal pilihan ganda dan esai Asesmen Bab 1 Kolonalisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia.
Selengkapnya, soal dan kunci jawaban Sejarah Kelas 11 Halaman 46 dan 47 diolah dari buku pendidikan guru dan channel YouTube Basbahanajar diakses Senin, 29 Juni 2026.
Pilihan Ganda
1. Pada tahun 1511, Portugis berhasil menaklukkan Malaka. Meskipun demikian, Portugis tidak bisa sepenuhnya menguasai perdagangan di Asia karena beberapa hal berikut, kecuali ....
a. Portugis tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri di Malaka
b. Portugis mengalami kesulitan finansial dan kekurangan tenaga kerja
c. Tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat Portugis di Malaka
d. Pedagang-pedagang Asia pindah ke pelabuhan lain yang aman
e. Serangan dan perlawanan balik dari Kesultanan Malaka
Kunci Jawaban:
e. Serangan dan perlawanan balik dari Kesultanan Malaka
2. Kepulauan Banda merupakan salah satu penghasil pala terbaik dunia. Pada tahun 1621, VOC di bawah J.P. Coen membantai penduduk Banda. Salah satu dampak dari peristiwa tersebut adalah ....
a. Penduduk Banda trauma dan tidak lagi menanam pala
b. Berkurangnya petani yang memahami tentang budidaya pala
c. VOC berhasil memonopoli komoditas pala di dunia
d. Timbulnya berbagai perlawanan balas dendam rakyat Banda
e. Meningkatnya produksi pala di kepulauan Banda tahun 1622
Kunci Jawaban:
b. Berkurangnya petani yang memahami tentang budidaya pala
3. Pada awal abad ke-19 terjadi perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda. Perlawanan yang dipimpin oleh Pattimura ini dilatarbelakangi oleh ....
a. Praktik pelayaran hongi yang memusnahkan tanaman pala
b. Perebutan lahan perkebunan pala dengan Belanda
c. Penerapan monopoli cengkeh dan kerja rodi oleh Belanda
d. Pelarangan perdagangan bebas di wilayah Maluku
e. Penderitaan rakyat Maluku karena kolonialisme Belanda
Kunci Jawaban:
c. Penerapan monopoli cengkeh dan kerja rodi oleh Belanda
4. Salah satu dampak negatif dari kolonialisme Belanda adalah munculnya sentimen rasial. Hal ini disebabkan oleh ....
a. Belanda hanya mengakui kehebatan orang Eropa
b. Penduduk lokal iri dengan kekayaan bangsa Belanda
c. Bangsa Timur Asing tidak mau berbaur dengan pribumi
d. Belanda menerapkan berbagai aturan yang diskriminatif
e. Belanda melarang interaksi antar ras yang berbeda
Kunci Jawaban:
d. Belanda menerapkan berbagai aturan yang diskriminatif
5. Urbanisasi dan pertumbuhan kota terjadi dengan pesat sejak penerapan kebijakan ekonomi liberal oleh pemerintah kolonial dikarenakan ....
a. Sulitnya mencari pekerjaan yang layak di desa-desa
b. Lahan-lahan pertanian di desa tidak lagi menjanjikan
c. Lahan pertanian di desa yang semakin menyempit
d. Munculnya berbagai perkebunan dan perusahaan baru
e. Pemerintah kolonial membangun kota-kota baru
Kunci Jawaban:
d. Munculnya berbagai perkebunan dan perusahaan baru
1. Interaksi bangsa-bangsa di nusatara dengan berbagai bangsa asing dalam jalur rempah telah menjadikan nusantara sebagai melting pot kebudayaan. Sebutkan 3 contoh adopsi dan akulturasi kebudayaan jalur rempah yang masih bisa ditemui di masa kini!
Kunci Jawaban:
1. Bahasa
Dalam proses akulturasi, bahasa asing seringkali diterima dan digunakan bersamaan dengan bahasa lokal, sehingga membentuk bahasa hibrida yang khas.
Contohnya adalah bahasa Melayu yang dipengaruhi oleh bahasa Arab, Sanskerta, Portugis, Belanda, Inggris, Cina, dan lain-lain.
Misalnya kata "rempah" sendiri berasal dari bahasa Sanskerta "ramba", kata "kapal" berasal dari bahasa Tamil "kappal", kata "gula" berasal dari bahasa Arab "sukkar", kata "mentega" berasal dari bahasa Portugis "manteiga", kata "keju" berasal dari bahasa Belanda "kaas", kata "teh" berasal dari bahasa Cina "cha", dan masih banyak lagi.
2. Kuliner
Salah satu aspek budaya yang paling mudah dipengaruhi oleh jalur rempah adalah kuliner atau makanan.
Kue lapis legit merupakan contoh akulturasi kuliner antara masyarakat Betawi dengan pedagang Belanda yang membawa bahan-bahan dan teknik memanggang kue.
3. Arsitektur atau bangunan juga menjadi salah satu aspek budaya yang dipengaruhi oleh jalur rempah.
Banyak bangunan di nusantara yang memiliki ciri-ciri arsitektur dari bangsa-bangsa asing yang datang ke nusantara dalam jalur rempah.
Bangunan-bangunan ini biasanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat perdagangan, tempat tinggal, atau tempat bersejarah.
Contohnya, Kota Tua Jakarta, kawasan bersejarah di Jakarta yang menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan pada masa kolonial Belanda.
Kawasan ini memiliki banyak bangunan yang memiliki arsitektur bergaya Eropa, seperti Gereja Sion, Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, dan lain-lain.
2. Bagaimana keterkaitan antara jatuhnya Konstatinopel 1453 dengan perjumpaan bangsa Indonesia dengan bangsa Eropa dalam jalur rempah?
Kunci Jawaban:
Konstatinopel merupakan salah satu pusat perdagangan di Laut Tengah pada abad pertengahan. Jatuhnya kota ini ke tangan Turki Usmani membuat pedagang Eropa mengalami kesulitan dalam
menjalankan usahanya, termasuk dalam perdagangan rempah.
Oleh karenanya, orang-orang Eropa kemudian berusaha untuk melakukan pelayaran untuk mencari sumber rempah-rempah hingga ke kepualauan nusantara. Dari sinilah kemudian terjadi interaksi atau perjumpaan bangsa Indonesia dengan bangsa Eropa dalam perdagangan rempah.
3. Bagaimanakah dinamika hubungan saudagar dan penguasa lokal di nusantara sebelum datangnya bangsa Eropa?
Kunci Jawaban:
Sebelum kedatangan bangsa Eropa, telah banyak saudagar dan penguasa lokal di Nusantara yang memiliki kuasa, kekayaan dan kemampuan untuk melakukan penjelajahan bahkan perlawanan terhadap dominasi asing yang ingin menguasai Nusantara.
Hubungan politik antara kerajaan-kerajaan besar dan saudagar-saudagar yang berada di bawah kekuasannya adalah untuk mendapatkan hak dan menjalankan kewajiban yang saling menguntungkan satu sama lain.
Para saudagar mendapatkan perlindungan dari penguasa lokal, dan penguasa lokal mendapatkan pembayaran upeti atau komoditi perdagangan.
Namun, jika penguasa lokal tidak dapat memberikan perlindungan, maka para saudagar ini bisa dengan mudah berpindah dan mencari perlindungan dari kerjaan atau penguasa lokal lainnya di
Nusantara.
4. Bagaimanakah karakteristik perlawanan terhadap Belanda sebelum dan sesudah abad ke-19?
Kunci Jawaban:
Sebelum abad ke 19, perlawanan bangsa Indonesia masih bersifat kedaerahan, para pejuang dapat diadu domba oleh penjajah, perjuangan dengan kekerasan, dipimpin oleh pemimpin yang kharismatik.
Sesudah abad ke 19. perjuangan sudah lebih rapi bersifat nasional dan terorganisasi, menggunakan organisasi, munculnya kaum intelektual, mulai tumbuh rasa persatuan dan kesatuan.
5. Mengapa Belanda mendirikan STOVIA pada awal abad ke-20?
Kunci Jawaban:
Sebagai bentuk dari penerapan politik etis atau politik balas budi yang mulai diperkenalkan pada awal abad ke-20; adanya wabah penyakit menular sehingga pemerintah kolonial berusaha memperluas layanan kesehatan masyarakat ke kalangan bumiputera; dan sebagainya.
*) Disclaimer:
Demikian Kunci Jawaban Sejarah Kelas 11 Halaman 46 dan 47, Kolonialime dan Perlawanan Bangsa Indonesia.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Kelas 11 Halaman 150 Edisi Revisi
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com