TRIBUNNEWS.COM - Sebuah pertandingan besar akan tersaji kala Brasil dan Jepang berjumpa di babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB di NRG Stadium.
Brasil jelas akan mengandalkan seorang Vinicius Junior untuk bisa mengobrak-abrik lini belakang Jepang yang cukup disiplin sepanjang turnamen.
Tak bisa dipungkiri, bagaimana pun Brasil tetaplah menjadi salah satu negara unggulan untuk bisa menjadi juara Piala Dunia 2026.
Meski demikian, Jepang bisa muncul sebagai penghambat ambisi Carlo Ancelotti mengembalikan trofi Piala Dunia ke negara itu yang kali terakhir dimenangkan pada 2002 silam.
"Brasil akan kesulitan berhadapan dengan Jepang. Jika nanti lolos, mereka juga akan berhadapan dengan Meksiko di perempat final," kata Hamid Anwar dari @analiskampungsebelah, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Di Tengah Rasa Duka, Komitmen Besar Cody Gakpo Tetap Bersama Belanda di Piala Dunia 2026
Pada saat yang sama, semangat besar dikobarkan Brasil untuk bisa terus melaju di Piala Dunia 2026.
Mengandalkan Vinicius Junior tak akan menjadi hal yang berlebihan.
Apalagi tampil sebagai andalan negara memang menjadi cita-cita Vini muda.
Dahulu saat ia membela timnas kelompok umur Brasil, Vini pernah menulis harapan di secarik surat pendek.
"Saya ingin menjadi andalan Brasil dan rakyat Brasil berada di belakang saya," tulis Vini dalam surat tersebut.
Kini, pemain yang membela Real Madrid itu punya kesempatan nyata mewujudkan impiannya tersebut.
Laju Vini di Piala Dunia juga tak kalah luar biasa.
Ia selalu tampil di tiga pertandingan fase grup Brasil di ajang ini.
Selama itu pula Vini selalu mencetak gol bagi Brasil.
Ia total sudah mencetak 4 gol dan 1 assist bagi tim Samba di Piala Dunia kali ini.
Kontribusi yang luar biasa bagi pemain yang berposisi sebagai winger kiri ini.
Sumbangan gol dan assist yang moncer itu membuat Vini selalu diganjar penghargaan pemain terbaik atau man of the match di setiap pertandingan fase grup Brasil.
Pencapaian itu turut memberikan dampak pada sang pemain yang timbul skema cocoklogi dengan para pendahulunya.
Vini menjadi pemain Brasil kelima yang terus mencetak gol di tiga pertandingan fase grup.
Ia mengikuti jejak dari Jairzinho, Romario, Ronaldo, dan Rivaldo.
Namun pencapaian para pendahulunya tak berhenti hanya soal mencetak gol saja.
Kebetulan setiap kali ada pemain Brasil yang mencetak gol di tiga laga fase grup, tim Samba selalu mengakhiri turnamen dengan trofi Piala Dunia di tangan.
Pada tahun 1970, Jairzinho melakukannya bagi Brasil.
Saat itu Brasil menghadapi Italia di babak final dan menang 4-1 atas Azzurri.
Tentu saja Jairzinho juga menjadi pencetak satu dari empat gol Brasil ke gawang Italia.
Brasil pun akhirnya menjadi juara di tahun 1970.
Beranjak ke tahun 1994, ada Romario yang menjadi pahlawan besar Brasil.
Lagi-lagi, Selecao berjumpa dengan Italia di babak final turnamen tersebut.
Romario yang saat itu sedang di titik tertinggi, sukses menjaga ketenangan ketika laga final beranjak ke fase adu penalti.
Ia menjadi salah satu penendang yang berhasil menjalankan tugasnya.
Kemenangan 3-2 di fase itu membuat Brasil akhirnya merengkuh trofi Piala Dunia 1994.
Estafet itu berlanjut ke duo Ronaldo Nazario dan Rivaldo yang menjadi andalan di Piala Dunia 2002.
Ronaldo tampil apik di babak final dengan menyumbang gol yang memastikan Brasil menang atas Jerman.
Kini, giliran Vinicius Junior yang menorehkan namanya di buku sejarah.
Namun perjuangan Vini baru akan dimulai dari babak 32 besar.
Jepang akan menjadi rintangan besar yang harus dilalui Brasil terlebih dahulu.
(Tribunnews.com/Guruh)