SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur (Jatim), secara resmi menggalakkan program Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat (Gas Pak Camat) untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus menekan angka inflasi daerah.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyatakan bahwa tanaman cabai menjadi fokus utama karena komoditas ini sering memicu gejolak harga di pasar.
Dalam acara di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren pada Senin (29/6/2026), ia mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai lumbung pangan keluarga.
"Ini dalam rangka pengendalian inflasi daerah. Alhamdulillah Lamongan inflasinya terkendali, kecuali cabai. Jika setiap keluarga menanam sendiri, ini akan mengurangi belanja dan menambah pendapatan," ujar Yuhronur.
Bupati memberikan contoh konkret dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Mugito, yang berhasil memenuhi kebutuhan cabai selama enam bulan hanya dengan memanfaatkan enam galon bekas di rumahnya.
“Kalau ini hanya dilakukan beberapa orang mungkin kecil, tetapi kalau menjadi gerakan bersama tentu hasilnya akan luar biasa,” tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Mugito, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memproduksi kebutuhan pokok secara mandiri.
“Program ini dalam rangka memotivasi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kemandirian pangan, khususnya melalui ketersediaan kelompok-kelompok pangan yang mampu memproduksi kebutuhan sendiri,” kata Mugito.
Menurut data dinas, kondisi produksi komoditas pangan di Lamongan bervariasi:
“Produksi kami sebenarnya surplus, tetapi hasilnya tidak hanya dikonsumsi masyarakat Lamongan. Kami juga memasok kebutuhan daerah sekitar,” ujar Mugito.
“Artinya masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi dari daerah lain. Melalui program ini diharapkan kebutuhan tersebut bisa dikurangi dan Lamongan tidak terlalu bergantung pada pasokan luar daerah,” tambahnya.
Mugito menegaskan bahwa masyarakat tidak memerlukan lahan luas untuk berpartisipasi. Penggunaan wadah sederhana seperti pot, polibag, hingga wadah bekas sangat disarankan.
“Budidaya cabai dan tomat tidak harus menggunakan lahan luas. Di teras rumah, halaman, maupun area pertamanan juga bisa dimanfaatkan dengan metode sederhana seperti menggunakan pot maupun hidroponik,” tuturnya.
Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada suplai luar daerah, terutama saat terjadi lonjakan permintaan musiman seperti menjelang bulan puasa.
Sebagai langkah strategis, sosialisasi gerakan ini akan dilakukan hingga ke tingkat desa melalui Tim Penggerak PKK dan jajaran camat.
Diharapkan, sinergi ini mampu menciptakan kebiasaan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Lamongan dalam memanfaatkan pekarangan secara produktif.
Kesimpulan: Program Gas Pak Camat menjadi langkah preventif Pemkab Lamongan untuk menekan inflasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri.