TRIBUNNEWS.COM - Advokat Firdaus Oiwobo meminta aparat penegak hukum untuk memeriksa Mahfud MD dan Rocky Gerung terkait dugaan penghasutan melalui pernyataan-pernyataan politik yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Laporan tersebut dilayangkan setelah Firdaus menonton video Tiyo Ardianto yang berisi ajakan untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Firdaus, isi video itu tidak hanya mengajak masyarakat meninggalkan program pemerintah, tetapi juga memuat pernyataan yang merendahkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain melaporkan Tiyo Ardianto, Firdaus Oiwobo meminta agar Mahfud MD dan Rocky Gerung turut diperiksa.
Baca juga: Firdaus Oiwobo Ngotot Ingin Mahfud MD dan Rocky Gerung Diperiksa: Ada Mens Reanya di Situ
Ia beralasan keduanya memfasilitasi dan menikmati dugaan pelanggaran yang dituduhkan telah dilakukan oleh Tiyo Ardianto.
Firdaus menegaskan dirinya khawatir sejumlah tokoh publik terus melontarkan narasi yang dapat memicu kegaduhan politik nasional.
Menurutnya, kondisi tersebut berisiko menghambat jalannya roda pemerintahan.
“Jadi saya minta Mahfud MD dan Rocky Gerung untuk diperiksa karena jangan sampai nanti ada tokoh-tokoh politik Indonesia, tokoh-tokoh publik yang sekarang ikut menghasut sehingga roda pemerintahan Pak Prabowo ini terganggu karena adanya omongan seperti ini,” ujar Firdaus mengutip tayangan program yang ditayangkan Youtube iNews, Minggu (28/6/2026).
Saat ditanya mengenai bentuk penghasutan yang dimaksud, Firdaus menjelaskan polemik politik di Indonesia terus bergulir tanpa henti dan melibatkan figur-figur yang menurutnya berasal dari lingkaran yang sama.
Ia menyinggung kemunculan beberapa tokoh dalam perdebatan politik, termasuk Roy Suryo, yang dinilainya hanya menjadi bagian dari arus isu yang terus dimainkan oleh aktor tertentu.
“Negara ini tidak pernah selesai. Kemarin tokoh pertamanya adalah Roy Suryo yang masuk, ada tokoh baru lagi, tapi penunggangnya adalah itu-itu saja. Dan statement-statement Pak Mahfud MD ini yang mencederai proses demokrasi hari ini,” kata Firdaus.
Ketika ditanya siapa yang ia maksud sebagai tokoh “penunggang”, Firdaus secara tegas menyebut Mahfud MD dan Rocky Gerung.
“Ya Pak Mahfud MD dan Rocky Gerung,” tegasnya.
Firdaus juga menilai kedua tokoh tersebut ikut menunggangi isu yang berkembang dengan cara mengompori opini publik.
“Ya menunggangi orang-orang seperti ini, seperti mengompor-ngompori,” ujarnya.
Diketahui mengompor-ngompori adalah tindakan kiasan yang berarti menghasut, memanas-manasi, atau memprovokasi seseorang agar menjadi marah, terpancing emosinya, atau terdorong untuk melakukan sesuatu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ini termasuk dalam ragam bahasa cakapan atau informal.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)