TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Dunia bulutangkis Indonesia terus melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Chiara Marvella Handoyo, pebulutangkis tunggal putri asal Klaten yang kini menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.
Lahir di Klaten pada 14 Juni 2005, Chiara tumbuh menjadi salah satu atlet muda potensial Indonesia.
Baca juga: Profil Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Pebulu Tangkis Bali Kini Andalan Tunggal Putri Indonesia
Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, ia telah berhasil menembus Pelatnas PBSI sejak 2023 dan kini tergabung dalam sektor Tunggal Putri Pratama.
Dengan tinggi badan mencapai 175 sentimeter, Chiara memiliki postur ideal yang menjadi salah satu keunggulan dalam permainan tunggal putri.
Atlet yang bermain menggunakan tangan kanan ini dikenal memiliki semangat tinggi untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas permainannya di tengah persaingan ketat bulutangkis nasional.
Perjalanan Chiara di dunia tepok bulu dimulai sejak usia delapan tahun.
Ketertarikannya terhadap olahraga ini membawanya berlatih secara serius hingga akhirnya mampu menembus jenjang pembinaan yang lebih tinggi.
Atlet yang akrab disapa Chiara ini merupakan putri dari pasangan Handoyo dan Desy Christiani.
Ia mengakui bahwa dukungan keluarga, khususnya orang tua, menjadi salah satu faktor terbesar yang mendorongnya untuk terus mengejar cita-cita sebagai atlet profesional.
Selain orang tua, Chiara juga menempatkan para pelatih sebagai sosok yang paling berjasa dalam perjalanan kariernya hingga saat ini.
“Orang tua dan pelatih menjadi sosok yang paling berjasa dalam perjalanan karier bulutangkis saya,” ungkapnya dalam website PBSI.
Karier bulutangkis Chiara dimulai dari PB Santosa Jaya Klaten, klub yang menjadi tempat awal dirinya mengasah kemampuan dasar dan mengenal dunia kompetisi.
Seiring perkembangan prestasinya, Chiara kemudian bergabung dengan PB Djarum Kudus, salah satu klub bulutangkis terbesar di Indonesia yang telah melahirkan banyak atlet nasional dan internasional.
Dalam perjalanan kariernya, Chiara menjadikan pebulutangkis asal China, Chen Yu Fei, sebagai sosok idola.
Ia mengagumi ketenangan, teknik permainan, serta konsistensi yang ditunjukkan peraih berbagai gelar internasional tersebut.
Keberhasilannya menembus Pelatnas PBSI pada 2023 menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan dedikasi yang dijalani sejak kecil mulai membuahkan hasil.
Kini, Chiara terus berupaya mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi yang lebih tinggi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah bulutangkis dunia.
Dengan usia yang masih muda, pengalaman pembinaan di PB Djarum, serta kesempatan berlatih di Pelatnas PBSI, Chiara Marvella Handoyo memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor tunggal putri pada masa depan.