Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Fenomena elnino atau pemanasan suhu permukaan laut Pasifik Tengah-Timur memicu cuaca lebih kering dan cuaca hujan di bawah normal di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Maluku.
Puncak Elnino diprediksi bakal berlangsung pada Agustus 2026 menjadi perhatian khusus oleh para pemangku kepentingan.
Pasalnya fenomena elnino akan memengaruhi hasil produksi petani yang dikhawatirkan memicu kenaikan harga pangan.
Atas hal itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tengah, Richard Thenu memberikan responnya usai mengikuti rapat koordinasi (Rakor) Kemendagri membahas langkah konkrit pengendalian inflasi dan sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena elnino.
Baca juga: Malteng Alami Inflasi 1,34 di Mei 2026, BPS Perkirakan Juni Melonjak di Tengah Kenaikan BBM
Baca juga: Polsek Leihitu Bersihkan Gereja Tua Hila dan Mesjid Tua Wapauwe: Bangun Emosial dengan Warga
"Menyikapi perkembangan ke depan, kita baru saja selesai pertemuan dengan Kemendagri mengantisipasi fenomena Elnino yang puncaknya di bulan Agustus," ujar Richard Thenu kepada TribunAmbon di Kantor Bupati Maluku Tengah, Senin (29/6/2026).
Ia menyatakan, fenomena elnino akan berdampak pada hasil produksi pertanian dan distribusi komoditas pangan di tengah masyarakat.
"Tentunya juga akan berkontribusi kepada hasil produksi pertanian yang menjadi (sumber) pangan kita," ulasnya.
BPS Imbau Pemda Siapkan Langkah Mitigasi
Dengan fenomena alam dan dampaknya tersebut BPS Maluku Tengah mengimbau
Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah untuk menyiapkan langkah mitigasi.
"El Nino akan selalu berdampak pada kekeringan. Oleh karena itu diharapkan Pemerintah Daerah sudah menyiapkan mitigasi awal karena kita sudah memasuki bulan Juli dan ini sudah (akan) masuk dalam situasi elnino," ujar Richard.
Jika tidak ada langkah mitigasi yang baik maka komoditas pangan lokal maupun pangan dari luar Maluku Tengah akan terganggu.
"Jadi kalau tidak dimitigasi dengan baik ada mitigasi dengan baik maka komoditas lokal maupun dari luar tentunya akan berdampak," tukasnya.
Dampak tersebut meliputi pasokan barang yang semakin berkurang dan memicu kenaikan harga.
"Yang pasti akan punya korelasi jumlah pasokan yang beredar di masyarakat akan semakin berkurang dan menjadi pemicu terhadap kenaikan harga. Artinya pemerintah Daerah sudah harus menyiapkan treatment atau mitigasi dalam rangka mengantisipasi fenomena elnino," tandas Richard. (*)