PROHABA.CO, BIREUEN – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang lebih dikenal sebagai Haji Uma, bersama komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, yakni Group Aceh Bersatu (GAB) dan Group Aceh Meutuah (GAM), membantu proses pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal dunia di Malaysia.
Jenazah yang dipulangkan atas nama Ruslan bin M Taher Ibrahim (48), warga Gampong Bugak Krueng Mate, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat bekerja di negeri jiran.
Pemulangan jenazah dilakukan melalui koordinasi Haji Uma bersama komunitas masyarakat Aceh di Malaysia.
Kolaborasi tersebut memastikan seluruh proses administrasi hingga pemulangan jenazah ke kampung halaman berjalan dengan lancar.
Jenazah Ruslan diterbangkan dari Malaysia menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH 864 dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.
Setibanya di Bandara Kualanamu, jenazah disambut oleh Fajri, staf penghubung Haji Uma, yang bertugas membantu penyelesaian seluruh administrasi kedatangan.
Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Baca juga: Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Jenazah Warga Aceh Utara dari Malaysia
Proses perjalanan menuju kampung halaman juga didampingi Abdul Rafar, staf penghubung Haji Uma di Aceh Utara.
Berdasarkan informasi dari Wakil Ketua Group Aceh Bersatu (GAB) Malaysia, Malek, bersama Ida Gultom dan Ketua Group Aceh Meutuah (GAM), Tengku Risky, almarhum meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) di Hospital Bukit Mertajam, Pulau Pinang.
Ruslan diketahui telah merantau dan bekerja di Malaysia selama kurang lebih 15 tahun sebagai petugas cleaning service.
Selama bekerja di luar negeri, ia menjadi tulang punggung keluarga yang tinggal di kampung halaman.
Setelah menerima kabar duka, keluarga melalui Keuchik Gampong Bugak Krueng Mate mengajukan permohonan kepada Haji Uma agar membantu proses pemulangan jenazah ke Aceh.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, Haji Uma langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia, khususnya Wakil Ketua GAB Malaysia, Malek, guna mempercepat seluruh proses administrasi dan teknis pemulangan.
"Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, saya langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia untuk memastikan semua proses berjalan lancar," kata Haji Uma.
Baca juga: Mobil Rombongan Jemaah Haji Subulussalam Alami Kecelakaan Tunggal, Semua Selamat
Menurutnya, membantu pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal dunia di luar negeri merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat perantauan.
Ia menilai keluarga yang sedang berduka tidak seharusnya menghadapi persoalan administrasi dan biaya pemulangan seorang diri.
"Dengan upaya dan bantuan bersama ini, tugas kita adalah memastikan jenazah dapat segera kembali dan dimakamkan dengan layak di kampung halaman," ujarnya.
Haji Uma menjelaskan, biaya pemulangan jenazah dari Malaysia hingga Bandara Kualanamu mencapai sekitar Rp21,4 juta.
Seluruh biaya tersebut difasilitasi oleh perusahaan tempat almarhum bekerja.
Sementara itu, biaya ambulans dan kargo menuju Aceh sebesar Rp4,8 juta, termasuk tambahan biaya kargo Rp1 juta, ditanggung secara gotong royong.
Dari total tersebut, keluarga memberikan kontribusi sebesar Rp2,5 juta, sedangkan Haji Uma membantu sebesar Rp2,43 juta.
Selain memberikan bantuan biaya, Haji Uma juga menugaskan dua staf penghubungnya untuk mendampingi seluruh proses pemulangan hingga jenazah tiba di rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Ia turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Ruslan serta mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja sama membantu proses pemulangan.
"Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Ruslan.
Baca juga: Jadi Korban TPPO, Empat Warga Aceh Disekap di Myanmar, Haji Uma Surati Kemenlu dan KBRI
Semoga keluarga diberikan ketabahan dan Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum," ungkapnya.
Haji Uma juga menyampaikan terima kasih kepada Group Aceh Bersatu (GAB), Group Aceh Meutuah (GAM), komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, serta seluruh relawan yang telah membantu mengurus berbagai keperluan hingga jenazah berhasil dipulangkan ke tanah air.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama GAB, GAM, dan komunitas Aceh di Malaysia serta masyarakat Aceh yang telah bekerja keras mengurus kepulangan jenazah ini," tambahnya.
Sementara itu, istri almarhum, Rusmiyati, mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan Haji Uma beserta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan jenazah suaminya.
Menurutnya, tanpa bantuan tersebut, keluarga akan kesulitan mengurus kepulangan almarhum dari Malaysia.
"Kami dari pihak keluarga almarhum tidak bisa membalas kebaikan Haji Uma, Wakil Ketua GAB Malek, Group GAM, serta semua pihak di Malaysia dan di Aceh yang telah membantu proses pemulangan jenazah keluarga kami.
Hanya Allah yang dapat membalas semua kebaikan saudara-saudara," tutur Rusmiyati dengan penuh haru.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca juga: Dua Pemuda Aceh Korban TPPO Dipulangkan dari Myanmar, Atas Upaya Darwati A Gani
Baca juga: Satpol PP Banda Aceh Bongkar Lapak PKL di Jalan T Iskandar Ulee Kareng