Malteng Alami Inflasi 1,34 di Mei 2026, BPS Perkirakan Juni Melonjak di Tengah Kenaikan BBM
Fandi Wattimena June 29, 2026 02:52 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Kabupaten Maluku Tengah mengalami inflasi month of month (M o M) di angka 1,34 per Mei 2026.

‎Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tengah. 

‎Kepada TribunAmbon, Senin (29/6/2026), Kepala BPS Maluku Tengah, Richard Thenu mengatakan, perkiraan inflasi pada Juni 2026 akan alami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. 

‎"Inflasi dari periode per periode kalau dari bulan kemarin BPS merilis inflasi Maluku Tengah 1,34. Diperkirakan di bulan Juni akan mengalami kenaikan karena berdampak dari beberapa faktor," ujar Richard. 

‎Perkiraan kenaikan inflasi itu dilihat dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang memicu melonjaknya harga komoditas pangan.

‎"Diantaranya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) meskipun itu Pertamax," tukas Richard.

Baca juga: Petani di Maluku Tengah Terima Bantuan Alsintan, Bupati Tekan Pemanfaatannya

Baca juga: PLN Dorong Pengolahan Sampah Organik di Hative Besar Melalui Pelatihan Eco Enzyme

‎Diakui, efek multiplayer dari kenaikan BBM cukup terasa di beberapa lini, pasalnya saat BBM jenis Pertamax naik maka harga-harga berangsur naik.

‎"Tapi akan memengaruhi sektor lain, istilahnya multiplayer efek di beberapa (lini). Karena ketika harga Pertamax naik, harga-harga di pasar sudah berangsur-angsur naik," tukasnya.

‎Pihaknya juga mengamati perkembangan kenaikan harga di beberapa pekan belakangan pada Juni 2024. 

‎Dimana pada pekan ke-empat inibeberapa Komoditas alami kenaikan signifikan.

‎"Bahkan jika kami melihat perkembangan harga sampai dengan pekan kemarin, pekan ke-4 bulan Juni ada beberapa komoditas yang sangat signifikan alami kenaikan," beberapa Richard.

‎Dirincikan, komoditas pangan penyumbang inflasi biasanya berasal dari cabai, bawang, dan komoditas sektor perikanan.

‎"Ini juga akan jadi komoditas penyumbang inflasi untuk perkembangan inflasi bulan Juni, diantaranya itu ada cabai, bawang, bahkan ada komoditas perikanan sebagai  dampak," ulasnya.

‎Terlebih, memasuki musim penghujan maka nelayan cenderung mengurangi frekuensi melaut. 

‎"Karena kita memasuki musim timur, ketika laut bergelora tentunya nelayan mengurangi frekuensi melaut. Dan itulah faktor pendorong yang menimbulkan kenaikan harga komoditas pangan." imbuhnya.

‎Dirinya juga merespon fenomena elnino yang diprediksi memuncak pada Agustus 2026. 

‎Ia menyebut, Pemda Maluku Tengah sebaikanya menyiapkan langkah mitigasi sedini mungkin. 

‎"Artinya pemerintah Daerah sudah harus menyiapkan treatment atau mitigasi dalam rangka mengantisipasi fenomena elnino," pungkas Richard. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.