Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Ambon resmi membuka Pelatihan Guru Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), di Aula SMA Negeri 1 Ambon, Senin (29/6/2026)
Program Pelatihan Guru Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dirancang untuk membantu tenaga pendidik menguasai metode pembelajaran tanpa tatap muka secara fisik.
Pelatihan ini berfokus pada penguasaan platform digital, manajemen kelas daring, serta perancangan materi interaktif agar proses belajar mengajar tetap efektif dan tidak terbatas oleh jarak.
Kegiatan ini digelar selama 3 hari, secara online dan offline, terhitung pada tanggal 29 Juni sampai 1 Juli 2026, melibatkan empat sekolah di Provinsi Maluku
SMA Negeri 1 Ambon ditunjuk sebagai sekolah induk, pelatihan dilakukan secara offline melibatkan 30 tenaga pendidik.
Baca juga: Potensi Naiknya Harga Pangan di Puncak Elnino, BPS Imbau Pemda Siapkan Langkah Mitigasi
Baca juga: Petani di Maluku Tengah Terima Bantuan Alsintan, Bupati Tekan Pemanfaatannya
Sedangkan tiga sekolah lainnya SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat (SBB), SMA Negeri 1 Seram Bagian Timur (SBT) dan SMA Negeri 3 Kepulauan Aru, diikuti secara online.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E.Laturiuw, M.Si, dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi guru dan transformasi pembelajaran digital untuk pemerataan akses pendidikan.
"Oleh karena itu pembelajaran jarak jauh hadir sebagai solusi strategis negara untuk menjangkau yang tidak terjangkau," ujarnya.
Menurutnya pelatihan ini tak hanya soal memberikan ilmu, tetap sekaligus membentuk karakter para siswa.
Ia menekan peran tenaga pendidik dalam mendukung percepatan transformasi digital melalui kegiatan PJJ ini.
Tak hanya belajar di depan kamera, menurutnya PJJ harus menciptakan suasana ruang kelas yang hidup, interaktif dan bermakna pada para siswa.
"Rekan-rekan sekalian mari kita gunakan kesempatan ini untuk memaksimalkan PJJ, bukan sekedar di depan kamera tetapi harus menciptakan ruang kelas yang hidup," tandasnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat mempersiapkan semua guru sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam penyelenggaraan PJJ ini. (*)