TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi dan afirmasi Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 2 Tarakan dipadati calon peserta didik bersama orang tua, Senin (29/6/2026).
Sejak pagi, mereka datang menyerahkan berkas dan mengikuti proses verifikasi sesuai jalur pendaftaran yang dipilih. Salah satu orang tua calon siswa, Suparman.
Suparman mengaku memilih mendaftarkan putranya, Muhammad Rizki Pradip, melalui jalur prestasi akademik. Selain karena rumah dekat dengan sekolah, keinginan anak ingin di SMPN 2 Tarakan menjadi alasan utama keluarga memilih sekolah tersebut.
"Karena rumah juga dekat. Jaraknya sekitar 700 meter, 718 meter kalau sesuai aplikasi. Yang kedua memang anaknya juga pengen sekolah di sini," ujar Suparman.
Baca juga: Wali Kota Tarakan Tegaskan SPMB 2026 Bebas Intervensi, Seluruh Anak Dapat Hak Pendidikan yang Sama
Ia mengatakan lokasi rumahnya berada di RT 39, Kelurahan Karang Anyar, tidak jauh dari SMPN 2 Tarakan sehingga dinilai memudahkan aktivitas anak apabila diterima sebagai siswa di SMPN 2 Tarakan.
Suparman mengungkapkan, dirinya bersama keluarga telah menyiapkan seluruh persyaratan sejak jauh hari sebelum pendaftaran dibuka. Berkas yang paling dipersiapkan adalah dokumen prestasi akademik anaknya selama menempuh pendidikan di SD.
Menurutnya, nilai rapor dari kelas IV hingga kelas VI menjadi modal utama untuk mengikuti seleksi jalur prestasi.
"Dari anak saya itu sudah disiapkan dari kelas 4, 5, 6. Rapor dia kebetulan ranking dua terus, kemudian semester genap kemarin ranking satu," katanya.
Tak hanya itu, putranya juga memperoleh nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang cukup tinggi, yakni sekitar 96, serta masuk tiga besar mata pelajaran Matematika di sekolah asalnya.
Baca juga: SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Negeri Tarakan Dibuka 29 Juni-1 Juli 2026, Jalur Prestasi Ada Nilai TKA
"Kebetulan juga TKA-nya 96 koma sekian. Matematikanya urutan ketiga di sekolah, kalau Bahasa Indonesia urutan pertama," ucapnya.
Meski memiliki bekal prestasi akademik yang cukup baik, Suparman mengaku tetap menyerahkan seluruh hasil seleksi kepada ketentuan yang berlaku.
Ia mengaku optimistis, namun tidak ingin terlalu berlebihan dalam menaruh harapan.
"Semua itu tergantung Allah. Insya Allah. Kita orangtua hanya berusaha, anaknya mau ke mana kita ikutin," tuturnya.
Suparman menceritakan pengalaman mengikuti proses pendaftaran pada hari pertama. Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 Wita dan langsung menuju SMPN 2 Tarakan.
Setibanya di sekolah, ia mengambil formulir pendaftaran, mengisi data yang diperlukan, kemudian kembali menyerahkan berkas kepada panitia.
"Alhamdulillah tadi dapat nomor antrean 33. Kalau menurut saya prosesnya tidak lama. Kalau berkas sudah disiapkan semua, saya rasa gampang," katanya.
Menurutnya, panitia juga memberikan arahan kepada orangtua mengenai jalur yang paling sesuai berdasarkan nilai yang dimiliki calon peserta didik.
Awalnya ia membawa seluruh dokumen prestasi anaknya. Namun setelah dilakukan pengecekan, panitia menyarankan agar menggunakan jalur yang dinilai paling berpeluang berdasarkan capaian akademik.
"Tadi di dalam diarahkan ambil jalur yang nilainya paling tinggi. Jadi memang dibantu memilih yang paling sesuai," ujarnya.
Setelah proses pemberkasan selesai, peserta diminta menunggu hingga memperoleh bukti pendaftaran sebagai tanda seluruh tahapan telah diselesaikan.
Ia menyebut informasi dari panitia menyampaikan hasil seleksi sementara dapat dipantau pada sore hari melalui sistem yang telah disiapkan.
"Mudah-mudahan semuanya lancar. Karena semua juga tergantung aplikasi. Kalau internetnya tidak bagus tentu bisa menghambat," katanya.
Suparman menambahkan, dirinya sengaja menyiapkan seluruh dokumen beberapa hari sebelum pendaftaran dibuka agar tidak mengalami kendala saat hari pertama pelaksanaan SPMB.
Ia pun berharap putranya yang merupakan lulusan SDN 009 Tarakan dapat diterima di SMPN 2 Tarakan sesuai cita-citanya.
"Kami sudah siapkan berkas jauh-jauh hari. Semoga hasilnya sesuai harapan dan anak bisa diterima di sekolah yang memang dia inginkan," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah