Gunung Semeru Erupsi 25 Kali dalam 12 Jam, BPBD Lumajang Imbau Penambang Hentikan Aktivitas
Haorrahman June 29, 2026 03:57 PM

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat mengalami 25 kali erupsi dalam kurun waktu 12 jam, Senin (29/6/2026). Meski aktivitas vulkanik masih tinggi, status gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tetap berada pada Level III (Siaga).

Berdasarkan hasil pengamatan Pos Pantau Gunung Semeru, pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terjadi 13 kali letusan. Erupsi menghasilkan kolom asap berwarna putih hingga kelabu, dengan ketinggian sekitar 400 meter hingga 1 kilometer di atas puncak.

Selain letusan, petugas juga mengamati asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang yang membumbung setinggi 100 hingga 300 meter dari kawah.

Selama periode pengamatan tersebut, Semeru juga memperlihatkan aktivitas guguran material vulkanik dengan jarak luncur sekitar 500 meter hingga 1 kilometer ke arah tenggara.

Memasuki periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, aktivitas vulkanik masih berlanjut. Pos pengamatan mencatat 12 kali erupsi dengan kolom abu berwarna putih tebal hingga kelabu yang mencapai ketinggian sekitar 400 meter hingga 1 kilometer dan bergerak ke arah timur laut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, mengatakan kondisi masyarakat di sekitar Gunung Semeru hingga saat ini masih aman. Namun, pihaknya tetap mengingatkan warga, khususnya para penambang, untuk sementara tidak beraktivitas di kawasan rawan.

"Aktifitas dan kondisi warga masih tergolong aman. Tapi tetap imbauan terutama penambang untuk tidak melakukan aktifitas dulu," ujarnya.

Menurut Yudhi, imbauan tersebut diberikan karena masih ada potensi terjadinya awan panas guguran (APG) yang dapat muncul sewaktu-waktu dan membahayakan masyarakat di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru.

"Tidak menutup kemungkinan terjadi erupsi APG yang mengarah ke DAS (Daerah Aliran Sungai) Semeru. Makanya kami mengimbau kepada masyarakat terutama penambang lokal maupun yang berizin untuk tidak beraktifitas ketika terjadi APG," kata Yudhi.

BPBD Lumajang bersama Pos Pantau Gunung Semeru terus melakukan pemantauan visual terhadap aktivitas gunung api tersebut. Selain itu, tim reaksi cepat (TRC) juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.

"Makanya kesiapsiagaan teman-teman BPBD maupun Pos Pantau Gunung Semeru, selalu dilakukan dengan rilis informasi," ucap Yudhi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.