BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Insiden meninggalnya seorang anggota pemadam kebakaran Ahmad Ridhani setelah tersetrum listrik pada saat pemadaman api kebakaran di Desa Panangkalaan Hulu, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memantik duka bagi jajaran pemadam kebakaran di HSU.
"Kami dari Damkar HSU juga menyampaikan bela sungkawa terhadap meninggalnya Ahmad Ridhani,"ujar Fajar anggota Damkar HSU yang berada di lokasi kebakaran.
Fajar mengatakan, korban merupakan anggota BPK yang aktif mengikuti kegiatan pemadam kebakaran.
Pada saat kejadian, korban memang berada di dekat kabel yang menjulur ke tanah karena saat itu tiang listrik yang patah.
Baca juga: BREAKING NEWS- Kebakaran di Panangkalaan Hulu HSU, Satu Anggota Pemadam Tewas Tersengat Listrik
"Kami mengimbau rekan Damkar untuk benar-benar memperhatikan keselamatan saat pemadaman. Pastikan listrik di sekitar lokasi sudah dimatikan,"ungkapnya.
Menurutnya, aliran listrik jika terkena air justru bisa menjadi penghantar listrik dan membahayakan.
Karena itu, kelengkapan saat pemadaman juga tidak bisa diabaikan. Saat mendekati lokasi kebakaran harus menggunakan perlengkapan keamanan minimal helm dan sepatu.
Tujuannya, agar jika ada aliran listrik di tanah tidak terkena kaki.
“Sebelum melakukan pemadaman memang harus memastikan aliran listrik di sekitar lokasi kejadian memang harus sudah dipastikan aliran listrik sudah aman dan jangan abaikan kelengkapan,” ujarnya.
Baca juga: Update Kebakaran Tewaskan Pemadam di Panangkalaan HSU, Api Diduga Berasal dari Mobil yang Terparkir
Pemadaman awal dilakukan dengan melakukan pembasahan di bangunan sekitar yaitu kanan dan kiri rumah agar tidak merambat.
Bagian yang terbakar awal bagian ke atas, dari Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar HSU terus memberikan pelatihan mengenai cara aman dalam melakukan pemadaman kebakaran termasuk perlengkapan yang digunakan. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)