TRIBUNNEWS.COM - Bek Korea Selatan, Kim Min-jae, menjadi satu-satunya pemain Bayern Munchen yang gagal membawa negaranya lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Dari total 17 pemain Bayern yang tampil di turnamen tersebut, hanya Kim yang harus mengakhiri perjalanan di fase grup.
Padahal sebelum turnamen berlangsung, Korea Selatan termasuk salah satu wakil Asia yang diprediksi mampu berbicara banyak di Piala Dunia 2026 di Qatar.
Pelatih Pandawa Football Academy Sukoharjo, Muhammad Khoirullah, bahkan sempat memasukkan Korea Selatan sebagai kandidat kuat wakil Asia setelah Jepang.
"Korea Selatan secara skuad lebih diunggulkan daripada tim Asia lain seperti Iran, Australia, maupun Arab Saudi," ujar Khoirullah kepada Tribunnews.
Bayern Munchen menjadi salah satu klub penyumbang pemain terbanyak di Piala Dunia 2026 dengan mengirimkan 18 pemain ke berbagai tim nasional.
Jumlah tersebut sempat mencapai 18 pemain sebelum Lennart Karl dicoret dari skuad Jerman akibat cedera.
Sementara itu, Leon Goretzka dan Nicolas Jackson tetap masuk dalam daftar meski keduanya telah meninggalkan Bayern.
Para pemain Bayern tersebar di 10 negara peserta, yakni Jerman, Prancis, Inggris, Austria, Kroasia, Kolombia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Senegal.
Dari seluruh wakil tersebut, hanya Korea Selatan yang gagal menembus fase gugur.
Sementara Jerman, Prancis, Inggris, dan Kolombia melaju sebagai juara grup.
Bahkan Austria, Jepang, Kroasia, serta Kanada lolos dengan status runner-up, sedangkan Senegal mengamankan tiket sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Baca juga: Sorotan Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Koeman Adaptif, Oranje Menanti Ledakan Brobbey
Berikut daftar pemain Bayern Munchen yang tampil di Piala Dunia 2026:
Kegagalan Korea Selatan terbilang mengejutkan.
Taegeuk Warriors sebenarnya mengawali turnamen dengan kemenangan atas Republik Ceko. Namun, dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat mereka hanya finis di peringkat ketiga Grup A dengan koleksi tiga poin.
Harapan Korea Selatan untuk lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik akhirnya pupus.
Mereka hanya menempati posisi ke-10 dari 12 tim peringkat ketiga, kalah bersaing dengan Senegal yang mengoleksi poin sama tetapi memiliki selisih gol lebih baik (+2), sedangkan Korea Selatan hanya mencatat selisih gol -1.
Sepanjang fase grup, Kim Min-jae selalu menjadi starter dan tampil penuh sebagai pemimpin lini belakang Korea Selatan. Namun, performa individu bek berusia 29 tahun itu dinilai bukan penyebab utama kegagalan timnya.
Sorotan justru mengarah kepada pelatih Hong Myung-bo dan tata kelola Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).
Penunjukan Hong sejak awal memang menuai kontroversi dan memicu hilangnya kepercayaan sebagian besar suporter terhadap federasi.
Sebelum Hong ditunjuk, Korea Selatan sempat dikaitkan dengan pelatih asal Kanada, Jesse Marsch.
Bahkan, Marsch dikabarkan telah menjalani proses wawancara untuk mengisi kursi pelatih kepala.
Namun, Ketua KFA Chung Mong-gyu akhirnya memilih Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional. Keputusan tersebut kini menjadi sasaran kritik setelah Korea Selatan gagal melewati fase grup.
Tak lama setelah kegagalan itu, Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, turut angkat bicara dan meminta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kegagalan tim nasional di Piala Dunia 2026.
"Saya tidak hanya terpukul dengan hasil di luar dugaan ini, tetapi juga benar-benar tidak bisa berkata-kata," tulis Lee melalui akun media sosial X.
"Mengingat besarnya dana publik dan dukungan negara yang digunakan untuk keikutsertaan di Piala Dunia, saya meminta Kementerian Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini."
"Investigasi tersebut harus mencakup analisis penyebab kegagalan serta solusi nyata agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga akan secara bertahap mendorong reformasi administrasi olahraga di negara ini."
Sementara itu, para pemain Bayern Munchen lainnya masih melanjutkan perjuangan di babak 32 besar.
Jerman akan menghadapi Paraguay, Prancis bertemu Swedia, Austria ditantang Spanyol, Jepang menghadapi Brasil, sedangkan Kroasia akan berduel dengan Portugal.
Jika Austria dan Kroasia sama-sama meraih kemenangan, keduanya berpotensi saling berhadapan pada babak 16 besar sekaligus mengikuti jejak Kanada yang terlebih dahulu lolos.
(Tribunnews.com/Ali, Niken)