Bos Honda Minta Maaf soal Rugi Besar, Sebut Bakal Gandeng Nissan
GH News June 29, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Honda mengalami kerugian pertama kali setelah hampir 70 tahun. CEO Honda Motor meminta maaf kepada para pemegang saham. Honda akan berkolaborasi dengan Nissan untuk menekan biaya.

Dikutip dan , Presiden da CEO Honda Motor Co., Toshihiro Mibe, telah disetujui oleh para pemegang saham untuk kembali menjadi dewan direksi. Mibe kembali ditunjuk sebagai pucuk pimpinan Honda meski mengalami kerugian bersih tahunan pertamanya setelah hampir 70 tahun.

Dalam pembukaan rapat, Mibe mengakui hasil keuangan perusahaan yang buruk. Dia meminta maaf kepada para pemegang saham atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kerugian tersebut.

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam kepada para pemegang saham kami atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang signifikan yang disebabkan oleh kerugian bersih yang tercatat dalam hasil keuangan tahun fiskal sebelumnya," katanya.

Kerugian yang dialami Honda itu berkaitan dengan perombakan bisnis kendaraan listriknya. Produsen mobil tersebut melaporkan kerugian bersih sebesar 423,94 miliar yen untuk tahun fiskal 2025. Namun, Mibe berharap tahun fiskal ini kembali meraih keuntungan.

Mibe mengungkapkan bahwa Honda terus berdiskusi dengan Nissan Motor Co dan Mitsubishi Motors Corp mengenai berbagai bidang, termasuk platform kendaraan berbasis perangkat lunak generasi berikutnya dan baterai.

Dilaporkan i, Mibe menyebut kerja sama dengan Nissan sudah cukup jauh perkembangannya. Bahkan, beberapa aspek kerja sama mendekati pengumuman resmi.

Kabar terbaru ini menyusul diskusi selama berbulan-bulan. Sebelumnya, CEO Nissan, Ivan Espinosa, menggambarkan kolaborasi ini sebagai kerja sama yang sangat konstruktif dan sangat positif.

Kesepakatan awal, yang diumumkan pada Desember 2024, mengusulkan merger penuh di bawah perusahaan induk bersama yang akan terdaftar di Bursa Efek Tokyo pada Agustus 2026. Rencana tersebut membayangkan grup gabungan yang mencakup Honda, Nissan, dan mitra aliansi Nissan, Mitsubishi Motors, menciptakan produsen mobil terbesar ketiga di dunia, di bawah Toyota dan Volkswagen.

Namun, pembicaraan merger gagal setelah hanya tujuh minggu. Kedua pihak tidak dapat menyepakati persyaratan.

Meski merger sepenuhnya gagal, Mibe mengisyaratkan bahwa Honda dan Nissan sedang berupaya menuju kolaborasi yang lebih terstruktur daripada penggabungan secara langsung. Motivasi intinya tetap sama, Honda maupun Nissan membutuhkan skala untuk menyerap biaya yang sangat besar dalam pengembangan platform kendaraan listrik, sistem penggerak otonom, dan perangkat lunak mobil terhubung. Ini bisa menjadi jawaban dari pabrikan Jepang dalam menghadapi persaingan ketat dengan produsen otomotif China dengan fitur-fitur canggihnya.

Saksikan Live DetikSore :

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.