Dampak Jalan Rusak Pascabencana, Okupansi Penginapan di Bener Meriah Anjlok, Pengusaha Mengeluh
Sri Widya Rahma June 29, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

​TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Sektor pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, saat ini sedang menjerit.

Kondisi ini merupakan dampak dari bencana alam yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun 2025 lalu.

​Rusaknya akses jalan nasional Takengon-Bireuen serta jalur lintas Kertas Kraft Aceh (KKA) menjadi salah satu pemicu utama terpuruknya sektor pariwisata di Bener Meriah. 

Baca juga: Jeritan Pelaku Usaha Wisata di Aceh Tengah, Jalan Rusak Bikin Pendapatan Nol Besar

Akses Utama Belum Pulih, Pengusaha Akomodasi Keluhkan Sepinya Pengunjung

Sejumlah pengusaha akomodasi di daerah penghasil kopi Gayo ini pun mulai mengeluhkan sepinya pengunjung.

​Keluhan tersebut salah satunya diungkapkan oleh pemilik Hotel Al-Fattah di Bener Meriah, Abdi kepada wartawan TribunGayo.com, Bustami pada Senin (29/6/2026).

Ia mengatakan bahwa akses jalan yang penuh lubang, ambles, serta rawan longsor membuat wisatawan berpikir dua kali untuk berkunjung, baik ke Bener Meriah maupun ke Aceh Tengah.

Jika biasanya akhir pekan atau musim liburan menjadi ladang rezeki bagi pemilik penginapan, kini kondisinya berbalik 180 derajat.

Kamar-kamar hotel yang biasanya penuh dipesan, kini lebih sering kosong melongpong.

"Biasanya banyak wisatawan dan kunjungan-kunjungan dinas. Untuk saat ini, yang datang hanya yang berkaitan dengan urusan bencana saja. Selebihnya, rata-rata orang menunda perjalanan mereka ke Bener Meriah," ujarnya.

Menurut Abdi, sejak bencana melanda sekitar enam hingga tujuh bulan lalu, wajah infrastruktur menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah belum sepenuhnya pulih.

Saat ini masih banyak jembatan-jembatan yang masih rusak dan harus bergantung pada sejumlah jembatan darurat tipe Bailey di sepenjang jalan menuju wilayah Tengah Aceh.

​Ia pun hanya bisa berharap pemerintah daerah maupun provinsi tidak menutup mata dengan kondisi saat ini. 

Menurutnya, pemulihan sektor wisata Gayo tidak akan pernah tercipta selama jalan dan jembatan utama yang menjadi akses penghubung dibiarkan tanpa penanganan yang cepat dan serius.

​"Mungkin kalau akses jalan sudah membaik, minat wisatawan ke Bener Meriah dan Aceh Tengah akan meningkat lagi," pungkas Abdi.

Baca juga: Imbas Jalan Rusak, Semen Langka dan Mahal di Bener Meriah

Jalan Rusak Turut Menjadi Faktor Utama Langkanya Semen di Bener Meriah

Dampak jalan rusak tak hanya melemahkan sektor pariwisata, tapi material bangunan jenis semen juga mengalami kelangkaan di wilayah Bener Meriah. 

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh para rekanan atau kontraktor yang sedang menjalankan proyek pembangunan pemerintah.

​Tak hanya para rekanan, warga setempat juga merasakan dampak langsung dari kelangkaan ini karena kesulitan mendapatkan semen di pasaran untuk kebutuhan pembangunan mereka.

Salah seorang konsumen, Juhri Adha ST, yang akrab disapa Cek Joe, sebelumnya membenarkan bahwa semen sudah langka selama hampir dua minggu terakhir.

Selain langka, harga komoditas tersebut juga melonjak tajam.

Harga semen Padang di Bener Meriah yang biasanya berkisar antara Rp69.000 per sak hingga Rp70.000 per sak, saat ini melonjak hingga mencapai Rp73.000 per sak.

​"Semen memang sedang sangat langka dan mahal di pasar. Padahal, saat ini sedang masa pembangunan pascabencana yang melanda Bener Meriah," ujar Cek Joe.

​Ia menjelaskan, penyebab utama kelangkaan semen ini adalah akses jalan yang rusak parah akibat diterjang bencana.

Kerusakan terjadi baik di jalur lintas nasional Bireuen-Takengon maupun di jalur lintas KKA.

​"Semua kendala bermuara pada masalah jalan. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan tersebut agar distribusi barang kembali lancar," harapnya.

Kelangkaan semen juga di benarkan oleh Asmadi pemilik Toko Bangunan Hidup Subur di Simpang Pante Raya, Bener Meriah.

Menurutnya, pasokan langka tak hanya di wilayah Bener Meriah, tapi di Kabupaten Bireuen juga ikut langka.

"Semua kosong bang, biasa kami ada lah nitip-nitip dari Bireuen, biar ada stok di gudang, tapi kini disana pun kosong," pungkasnya. (*)

Baca juga: Sering Picu Kecelakaan, Warga Gotong Royong Tambal Jalan Rusak di Simpang Teritit-Pondok Baru

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.