TRIBUNNEWS.COM - Perebutan gelar top skor alias sepatu emas di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu isu yang menarik untuk dikupas.
Apalagi ada banyak nama pemain elit yang saat ini bersaing untuk memperebutkan status sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2026.
Sebut saja Lionel Messi selaku kapten Argentina yang masih memimpin daftar teratas top skor, dengan koleksi 6 gol.
Posisi Messi dibayangi oleh Kylian Mbappe (Prancis), Ousmane Dembele (Prancis), Erling Haaland (Norwegia) dan Vinicius Junior (Brasil).
Keempat pemain tersebut diketahui sudah mencetak empat gol sejauh ini.
Fakta bahwa hampir mayoritas negara yang dibela oleh nama-nama pemain tersebut mampu lolos ke fase gugur turnamen, membuat pertarungan untuk memenangkan sepatu emas makin seru di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Jerman Gerah Buktikan Taji di Piala Dunia 2026, Sengatan Panas Tak Halangi Fans di Dalam Negeri
Pendapat menarik pun disampaikan oleh Hamid Anwar, konten kreator @analisbolasebelah dalam acara podcast SUPER TAKTIK yang mengusung tema "Babak Baru Piala Dunia 2026: Raksasa Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus?" di kantor Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar.
Hamid Anwar menilai persaingan top skor di Piala Dunia 2026 bakal semakin tak terduga, ketika turnamen sudah memasuki fase gugur.
"Nah ini menarik untuk disaksikan (soal persaingan top skor Piala Dunia 2026)," kata Anwar.
"Contohnya seperti Lionel Messi yang sudah mencetak enam gol di fase grup, tapi apakah saat ia melawan Cape Verde di babak 32 besar, Messi bisa mencetak gol?,"
"Menurut saya, persaingan di fase gugur akan membuat laga berlangsung lebih ketat, intensitas pressing bakal makin meningkat dibandingkan fase grup, itu punya pengaruh ke persaingan top skor"
"Ditambah, sekarang sudah tidak ada pilih-pilih lawan lagi, kemungkinan ruang antar lini makin sempit, organisasi pertahanan kian disiplin,"
"Jadi kemungkinan pemenang top skor tidak akan ditentukan oleh intensitas tembakan saja, tapi bergantung pada kemampuan pemain ini membaca ruang. dan efektifitas saat finishing,"
"Maka siapa pemain yang bisa membaca ruang dengan baik, dialah yang kemungkinan memenangkan gelar top skor, tapi tentunya juga harus didukung dengan laju tim yang ia bela, dan faktor penentu lain ialah kondisi fisik (itu juga tak kalah penting)" tukasnya.
Berkaca dari apa yang disampaikan Hamid Anwar tersebut, barangkali tidak salah jika persaingan untuk memperebutkan gelar sepatu emas di Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar.
Hal ini mengingat pertarungan di babak fase gugur baru akan dimulai lagi.
Artinya setiap pemain terutama yang masih berada di daftar teratas top skor sementara, belum ada jaminan bakal memenangkan sepatu emas.
Begitupula dengan Messi yang masih menjadi top skor sementara dengan koleksi enam golnya di Piala Dunia 2026.
Setelah menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol dalam tujuh laga berturut-turut, laga melawan Cape Verde di babak 32 besar Piala Dunia 2026, akan menjadi ujian ketajaman Messi dalam merobek jala gawang lawan.
Kesolidan Cape Verde dalam bertahan jelas akan menjadi tantangan menarik bagi La Pulga untuk menambah pundi-pundi golnya.
Andai bisa mengeksploitasi ruang kosong yang ada di lini pertahanan tim lawan, bukan hal mustahil bagi Messi untuk memanfaatkan celah tersebut guna mencetak gol dan memenangkan Argentina.
Sebaliknya, jika Argentina kesulitan membongkar pertahanan berlapis yang dimiliki Cape Verde, tidak aneh jika Messi bakal kesulitan untuk sekedar menciptakan peluang atau gol di babak 32 besar.
Diketahui, laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina vs Cape Verde akan berlangsung Sabtu (4/7/2026) jam 05.00 WIB.
Siapapun pemenang laga ini akan bertemu dengan pemenang pertandingan Australia vs Mesir di babak 16 besar.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)