Sekda Banyumas: Jangan Sampai Gawai Mengambil Alih Peran Orangtua!
Rustam Aji June 29, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memberikan peringatan keras kepada para orangtua agar menjaga peran mereka dan tidak membiarkan gawai (gadget) mengambil alih fungsi utama dalam mendidik serta mendampingi anak-anak di era teknologi digital saat ini.

Pesan tajam tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial yang bergerak cepat. Menurutnya, keluarga harus tetap berdiri kokoh sebagai benteng dan tempat utama dalam membentuk karakter anak.

"Jangan sampai gawai mengambil alih peran orangtua dalam mendidik dan mendampingi anak," ujar Agus saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (29/6/2026).

Agus menjelaskan bahwa momentum Harganas tahun ini tidak boleh sekadar dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan. Sebaliknya, perayaan ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi mutlak menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Menurut Pemkab Banyumas, Indonesia saat ini sedang berada di fase bonus demografi yang membuka peluang besar bagi kemajuan bangsa. Namun, peluang emas tersebut dinilai hanya akan menjadi sia-sia jika kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak dipersiapkan secara matang sejak dini dari lingkungan keluarga terkecil.

Tiga Pilar Pembangunan Keluarga

Menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks—mulai dari pergeseran nilai sosial hingga ancaman nyata di ruang digital yang memengaruhi tumbuh kembang anak—Pemkab Banyumas kini menaruh perhatian serius pada tiga pilar utama pembangunan keluarga. Tiga pilar tersebut meliputi sektor kesehatan, pendidikan karakter anak, serta ketahanan mental.

Baca juga: Pekan Pertama Libur Sekolah, Jumlah Penumpang KAI Daop 5 Purwokerto Melonjak 19 Persen

Pada pilar kesehatan, Agus menyoroti krusialnya pemenuhan gizi seimbang selama 1.000 hari pertama kehidupan sebagai langkah nyata dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini penting agar anak-anak di Banyumas dapat tumbuh sehat dan memiliki kemampuan kognitif yang prima.

Sementara pada aspek pendidikan karakter anak, keluarga diposisikan sebagai sekolah pertama untuk menanamkan nilai-nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, dan keterampilan adaptif. Nilai-nilai ini sangat dibutuhkan generasi muda guna memenangkan persaingan ketat di abad ke-21.

Selanjutnya dari sisi ketahanan mental, Agus mengingatkan bahwa gangguan kesehatan mental pada generasi muda saat ini terus melonjak akibat hidup di era penuh tekanan (VUCA). Oleh karena itu, rumah wajib menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus mampu memberikan dukungan emosional yang utuh.

Sentil Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan

Di samping menyoroti dampak buruk teknologi digital, Sekda Banyumas juga memberikan catatan khusus mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab seorang ayah tidak boleh berhenti hanya pada urusan mencari nafkah.

Baca juga: Gubernur Luthfi Salurkan BLT Cukai Tembakau Rp51 Miliar untuk 85 Ribu Pekerja

"Peran ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara fisik maupun emosional dalam kehidupan anak," tambahnya.

Menutup amanatnya, Agus mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Banyumas untuk bersama-sama menjadikan rumah sebagai tempat yang penuh kasih sayang. Pemkab Banyumas meyakini bahwa keberhasilan pembangunan nasional selalu bermula dari keluarga yang kuat, sebab generasi unggul tidak akan pernah lahir tanpa adanya fondasi keluarga yang kokoh. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.