TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Program dokter terbang (Pelayanan Kesehatan Bergerak/Terbang dan Terapung) menjadi salah satu upaya Pemkab Nunukan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
Ketua Tim Dokter Terbang wilayah DTPK Kabupaten Nunukan, drg Prio Adjie Andarusasi, mengatakan masih terdapat beberapa kecamatan yang belum memiliki puskesmas sehingga masyarakat harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.
"Masih ada beberapa kecamatan yang belum punya Puskesmas, seperti Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Krayan Timur, dan Krayan Tengah," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Nunukan memiliki sekitar 21 kecamatan, sedangkan jumlah Puskesmas baru mencapai 18 unit. Bahkan, terdapat tiga puskesmas yang berada dalam satu kecamatan.
Baca juga: Anggaran Layanan Dokter Terbang Dipangkas hingga 50 Persen, Dinkes Kaltara Lakukan Pemetaan Sasaran
Kondisi tersebut mendorong lahirnya program dokter terbang Terapung agar layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan.
Program tersebut melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, dokter spesialis, dokter umum, serta tenaga kesehatan dari puskesmas pengampu terdekat.
Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dokter spesialis, dokter umum, cek kesehatan gratis, imunisasi, promosi kesehatan, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Menurut dr Adjie tujuan utama program ini adalah memastikan masyarakat di wilayah perbatasan tetap memperoleh pelayanan kesehatan meski belum memiliki fasilitas kesehatan tingkat pertama.
(*)
Penulis: Fatimah Majid