Sumpah Suparjan jika Sudewo Bebas Tanpa Syarat Kasus Korupsi, Siap Lakukan Ini
Endra Kurniawan June 29, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Di Indonesia, kasus korupsi yang melibatkan pejabat daerah masih menjadi persoalan terbesar dalam tata kelola pemerintahan.

Praktik penyalahgunaan wewenang oleh kepala daerah, anggota DPRD, maupun pejabat birokrasi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Sepanjang 2026, tujuh kepala daerah tersandung kasus korupsi, satu di antaranya Bupati Pati Nonaktif, Sudewo.

Sudewo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 19 Januari 2026 atas kasus dugaan jual beli jabatan perangkat desa.

Namun, meski terjerat kasus korupsi, Sudewo tetap banjir dukungan.

Dukungan itu terlihat setiap sidang Sudewo di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah.

Satu di antara pendukung Sudewo adalah Suparjan atau akrab disapa Juragan Kayu (JK).

Suparjan mengklaim Pati menjadi Kabupaten yang makmur di bawah kepemimpinan Sudewo.

Oleh karena itu, ia ingin Sudewo dibebaskan.

Suparjan bahkan bersumpah akan berjalan kaki mundur sejauh 24 kilometer jika Sudewo dibebaskan tanpa syarat.

Aksi itu akan ia lakukan dari Desa Srikaton menuju Pendopo Kabupaten Pati.

Baca juga: Alasan Massa Gedor Mobil Tahanan Sudewo, Histeris hingga Saling Dorong dengan Aparat

"Saya bersumpah, bila Pak Sudewo hari ini bebas tanpa syarat, saya akan berjalan kaki mundur tanpa alas kaki dari Srikaton sampai Pendopo Kabupaten Pati," kata Suparjan kepada TribunJateng.com, Senin (29/6/2026).

Ternyata, ini bukan nazar pertama Suparjan.

Ia sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa saat Sudewo masih menjabat sebagai Bupati Pati.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk doa dan dukungan terhadap kepemimpinan Sudewo.

"Dulu saya juga sudah melaksanakan nazar berjalan kaki dari Srikaton sampai Kabupaten Pati tanpa alas kaki," ujarnya.

Alasan Suparjan bernazar lantaran menurutnya, selama kepemimpinan Sudewo, khususnya para petani merasakan dampak pembangunan yang nyata.

Dia menilai, program normalisasi sungai mampu mengurangi banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah wilayah pertanian.

"Semenjak dipimpin Pak Bupati (Nonaktif) Sudewo, rakyat Pati makmur. Banjir bisa ditanggulangi lewat normalisasi sungai," ungkap dia.

Menurutnya, hasil panen juga mengalami peningkatan saat kepemimpinan Sudewo.

Ia juga mengklaim, produktivitas sawah bisa mencapai sekira 10 ton per hektare.

"Harapan Pak Sudewo satu hektare bisa mencapai 10 ton. Itu terlaksana. Saya sendiri pernah panen sampai 10 ton," katanya.

Akan tetapi, setelah Sudewo tersandung kasus hukum, menurut Suparjan, sejumlah pembangunan di Kabupaten Pati tidak lagi berjalan sebagaimana sebelumnya.

"Setelah ditinggal Pak Sudewo, banyak pembangunan mangkrak dan sawah-sawah juga terdampak. Kami berharap beliau bisa segera pulang," tuturnya.

Baginya, Sudewo merupakan sosok pemimpin yang identik dengan pembangunan.

"Pak Sudewo itu Bupati pembangunan. Harapan kami beliau bisa segera pulang kembali ke Pati," ucapnya.

Orasi Sudewo

Dalam sidang lanjutan pada Senin, Bupati Pati Nonaktif, Sudewo menyempatkan diri menyapa ratusan loyalisnya.

Sudewo menyampaikan orasi singkat yang beberapa kali disambut sorakan dan yel-yel dari massa.

Dalam orasinya, Sudewo menyinggung sejumlah program pembangunan yang menurutnya telah dijalankan selama memimpin Kabupaten Pati.

Dia menyebut, pembangunan infrastruktur terus mengalami peningkatan.

Bahkan, ia mengklaim pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran Rp210 miliar untuk pembangunan infrastruktur pada 2026.

"Dan luar biasa infrastruktur berkembang pesat. Bahkan di 2026 ini kami alokasikan Rp210 miliar lagi," kata Sudewo, dikutip dari TribunJateng.com.

Sudewo juga menyinggung perkembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo.

Sudewo mengklaim, rumah sakit itu mengalami kemajuan selama masa kepemimpinannya.

"Masyarakat Pati tahu bagaimana RSUD Soewondo dulu akan mati. Tetapi di tangan saya, rumah sakit itu menjadi maju," ujarnya.

Mantan Bupati Pati itu kemudian melontarkan pernyataan retoris kepada para pendukungnya.

"Siapa sesungguhnya pemimpin yang zalim? Rakyat Pati sudah tahu," ucapnya.

Pernyataan Sudewo itu langsung disambut sorakan massa.

Para loyalis kemudian meneriakkan kata "Pulang sekarang... Pulang sekarang... Menjadi bupati kembali... Lanjutkan... Lanjutkan..."

Sudewo pun meminta masyarakat Pati terus mendoakannya agar ia bisa lepas dari jerat hukum.

"Seluruh lapisan masyarakat berjuang doakan saya supaya saya bebas," tandasnya.

Diketahui, Sudewo menjadi terdakwa atas dua kasus korupsi.

Pertama, kasus penerimaan suap atau commitment fee terkait proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Kedua, terkait jual beli jabatan perangkat desa.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJateng.com/Rezanda Akbar D)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.