Berkat Program Desa BRILiaN, Ekono Warga Desa Burong Mandi Belitung Timur Semakin Berkembang
Hendra June 29, 2026 05:40 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pagi di Desa Burong Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, selalu menghadirkan dua lanskap yang saling melengkapi. Di satu sisi, hamparan laut menjadi sumber penghidupan para nelayan.

Di sisi lain, perbukitan hijau menyediakan ruang yang subur bagi sektor pertanian, perkebunan, hingga peternakan rakyat.

Di desa yang berada di ujung timur Pulau Belitung ini, masyarakat mulai membuktikan bahwa kekayaan alam tidak cukup hanya dimiliki.

Potensi tersebut harus dikelola, diberi nilai tambah, dan dipasarkan secara tepat agar benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Transformasi itu kini mulai terasa. Salah satu pendorong utamanya adalah Program Desa BRILiaN yang diinisiasi BRI.

DESA BURONG MANDI - Jalan utama di Desa Burong Mandi, Belitung Timur, membelah kawasan permukiman yang dikelilingi perbukitan hijau dan pantai. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah).
DESA BURONG MANDI - Jalan utama di Desa Burong Mandi, Belitung Timur, membelah kawasan permukiman yang dikelilingi perbukitan hijau dan pantai. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Melalui program tersebut, masyarakat Desa Burong Mandi mendapatkan pendampingan untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Ketua BUMDes Maju Bersama Burong Mandi, Nurdiansyah, menuturkan pembinaan terhadap UMKM desa sebenarnya telah berlangsung sejak lama melalui pendampingan Mantri BRI.

Namun, setelah desanya mengikuti Program Desa BRILiaN, perubahan yang dirasakan menjadi jauh lebih signifikan.

"Pendampingannya semakin intens. Kami dibantu memahami bagaimana produk desa harus memiliki daya saing, mulai dari kualitas hingga tampilannya," ujar Nurdiansyah kepada Bangkapos.com, Senin (29/6/2026).

Salah satu perubahan paling nyata, kata dia, terlihat pada desain dan kemasan produk UMKM.

Jika sebelumnya banyak produk lokal dipasarkan dengan kemasan sederhana, kini para pelaku UMKM mendapat pendampingan untuk meningkatkan branding dan packaging agar lebih menarik di mata konsumen.

Menurut Nurdiansyah, kualitas kemasan berpengaruh besar terhadap kepercayaan pembeli.

"UMKM kami juga dibantu dari sisi desain produk. Packaging yang sebelumnya sederhana kini jauh lebih baik, lebih rapi, dan lebih menarik. Hal itu sangat membantu ketika produk kami masuk ke pasar yang lebih luas," katanya.

Pengalaman yang paling membekas baginya terjadi pada 2023.

Saat itu, pelaku UMKM Desa Burong Mandi mendapat kesempatan membawa dan memasarkan langsung produk unggulan mereka di kantor pusat BRI di Jakarta.

Kesempatan tersebut menjadi titik penting yang membuka wawasan baru bagi para pelaku usaha desa.

PETERNAKAN MADU KELULUT - Peternakan lebah kelulut di Desa Burong Mandi, Belitung Timur, menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Madu trigona atau madu kelulut kini berkembang sebagai produk unggulan UMKM desa dengan jangkauan pemasaran yang terus meluas.
PETERNAKAN MADU KELULUT - Peternakan lebah kelulut di Desa Burong Mandi, Belitung Timur, menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Madu trigona atau madu kelulut kini berkembang sebagai produk unggulan UMKM desa dengan jangkauan pemasaran yang terus meluas. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Bagi warga Burong Mandi, pengalaman itu bukan sekadar mengikuti bazar, melainkan menjadi bukti bahwa produk dari desa kecil di Belitung Timur mampu bersaing di tingkat nasional.

"Itu pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Pada 2023 kami diajak langsung ke kantor pusat BRI untuk memasarkan produk. Dari situ kami belajar banyak tentang pasar dan selera konsumen di luar daerah," ungkapnya.

Desa Burong Mandi memiliki beragam potensi ekonomi. Selain dikenal sebagai desa wisata dengan panorama pesisir dan laut yang masih alami, desa ini juga memiliki kekuatan di sektor perikanan, pertanian, dan peternakan.

Potensi tersebut kini dikembangkan secara lebih serius melalui BUMDes bersama para pelaku UMKM setempat.

Salah satu produk unggulan yang berkembang pesat adalah madu trigona atau madu kelulut hasil budidaya lebah trigona. Produk ini menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Jika sebelumnya pemasarannya hanya terbatas di wilayah lokal, kini jangkauan pasarnya semakin luas.

"Madu trigona sekarang menjadi salah satu produk unggulan kami. Alhamdulillah, pengirimannya kini tidak hanya di Bangka Belitung, tetapi sudah mulai menjangkau luar daerah," kata Nurdiansyah.

Selain madu, berbagai produk olahan hasil laut juga terus berkembang, mulai dari kerupuk ikan tenggiri, aneka makanan olahan seafood, hingga berbagai produk pangan khas desa.

Menurut Nurdiansyah, kekuatan terbesar Burong Mandi justru terletak pada kemampuannya mengelola seluruh potensi alam secara terpadu.

Laut menyediakan hasil perikanan yang melimpah, perbukitan mendukung sektor pertanian dan perkebunan, sementara pariwisata menjadi pintu masuk promosi desa kepada masyarakat yang lebih luas.

"Kami punya wisata laut, hasil laut, kebun, hingga peternakan. Semua saling mendukung. Yang dulu hanya menjadi potensi biasa, sekarang mulai berkembang menjadi produk ekonomi yang bernilai," ujarnya.

Kehadiran layanan BRILink juga turut mempercepat perubahan tersebut. Kemudahan akses transaksi keuangan membantu masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih efisien.

Bagi Burong Mandi, Program Desa BRILiaN bukan sekadar program pemberdayaan. Lebih dari itu, program ini menjadi katalis yang mempertemukan potensi lokal dengan akses pembinaan, teknologi, dan pasar.

Dari desa pesisir di Belitung Timur ini lahir pelajaran bahwa pembangunan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dengan modal besar.

Terkadang perubahan justru berawal dari langkah sederhana, seperti memperbaiki kemasan produk, memperluas pemasaran, serta membangun kepercayaan diri bahwa produk lokal layak bersaing.

Kini, Burong Mandi bukan hanya dikenal karena panorama lautnya yang indah. Desa ini perlahan menjadi contoh bagaimana wilayah pelosok mampu bangkit melalui optimalisasi potensi lokal.

Di balik setiap botol madu trigona, setiap kemasan kerupuk ikan, dan setiap destinasi wisata pesisirnya, tersimpan kisah masyarakat yang terus belajar dan berkembang.

Di sana, BRI hadir bukan sekadar sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra yang membantu menumbuhkan harapan baru bagi perekonomian desa.

Sementara itu, Assistant Manager Operasional BRI Tanjungpandan, Sigit Sriharto, mengatakan Program Desa BRILiaN merupakan salah satu langkah strategis BRI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Menurut Sigit, melalui program tersebut BRI tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat desa, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha agar mampu berkembang dan naik kelas.

"BRI meningkatkan inklusi keuangan melalui program pembiayaan di Desa BRILiaN. Selain itu, Mantri BRI juga melakukan kurasi terhadap nasabah potensial agar dapat berkembang dan naik kelas, baik dari sisi usaha maupun akses pembiayaannya," ujar Sigit kepada Bangkapos.com, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, Program Desa BRILiaN dirancang untuk menciptakan role model pengembangan desa melalui penerapan praktik kepemimpinan desa yang unggul.

Program tersebut juga mendorong kolaborasi lintas sektor guna mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, Sigit mengakui tantangan terbesar dalam pengembangan Desa BRILiaN masih terletak pada konsistensi pengelolaan potensi desa serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi.

"Potensi desa sebenarnya sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola secara konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas SDM menjadi faktor yang sangat penting," katanya.

Menurutnya, keberhasilan Desa BRILiaN tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan desa membangun ekosistem usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

 (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.