Tahap grup Piala Dunia telah berakhir. Kini saatnya memasuki babak gugur, menang atau pulang. Dengan satu tempat di Babak 16 besar melawan Kanada yang diperebutkan, Belanda akan menghadapi Maroko dalam salah satu laga yang paling dinanti di Babak 32 besar yang baru diperkenalkan.
Siapa: Belanda vs. Maroko Apa: Piala Dunia Babak 32 Besar Di mana: Estadio Monterrey (Estadio BBVA), Guadelupe, Meksiko Kapan: Senin, 29 Juni, pukul 21.00 ET / 18.00 PT Tayangan: FOX, Telemundo, Peacock ES, Fubo Sports
Fase grup berjalan sangat baik bagi Belanda. Setelah awal yang kurang meyakinkan di dua laga uji coba musim panas mereka, banyak yang khawatir tentang performa tim Oranje di Piala Dunia. Namun kekhawatiran itu segera sirna.
Mereka bermain imbang di laga pembuka melawan Jepang yang tampil kuat, setelah kebobolan gol penyama di menit akhir secara kurang beruntung, namun Belanda sebenarnya tampil lebih baik di pertandingan itu. Tim asuhan Ronald Koeman kemudian menghancurkan Swedia dengan kemenangan 5-1 yang menampilkan ketajaman mereka di depan gawang. Mereka menutup Grup F dengan kemenangan nyaman 3-1 atas Tunisia, cukup untuk memastikan posisi puncak.
Salah satu kisah terbesar dari Belanda adalah kehadiran Oranje Army. Para penggemar mereka selalu hadir dalam jumlah besar di turnamen besar, dan Amerika Serikat menjadi negara terbaru yang beruntung menjadi tuan rumah bagi mereka. Sebelum pertandingan terakhir fase grup melawan Tunisia, lebih dari 36.000 penggemar berpakaian oranye berkumpul di Kansas City untuk melakukan pawai terkenal mereka di belakang Oranjebus. Dapat dipastikan, para suporter ini akan kembali hadir dengan jumlah besar saat mereka menyeberang ke Meksiko untuk laga gugur melawan Maroko.
Dukungan penggemar luar biasa, tetapi performa di lapangan juga tidak kalah mengesankan. Tim Belanda ini dipenuhi pemain bintang di setiap lini dan mereka tampil sesuai ekspektasi. Kapten Virgil Van Dijk memimpin lini belakang sekaligus aktif membantu serangan melalui bola mati, mencetak gol melawan Jepang dan memberi assist melawan Tunisia. Rekan setimnya di klub dan tim nasional, Cody Gakpo, tampil luar biasa saat menghadapi Swedia dengan mencetak dua gol dan memberikan umpan untuk gol pembuka Brian Brobbey. Berbicara tentang Brobbey, kekuatan fisiknya di lini depan menjadi mimpi buruk bagi para bek lawan. Ia hanya bermain lima menit melawan Jepang, tetapi menjadi starter di dua laga berikutnya dan mencetak tiga gol.
Pada tahun 2022, Maroko mencuri perhatian dunia. Melawan segala prediksi, Singa Atlas berhasil mencapai semifinal Piala Dunia. Mereka menyingkirkan raksasa Eropa seperti Spanyol dan Portugal dalam salah satu perjalanan paling mengejutkan dalam sejarah modern turnamen tersebut. Kali ini, mereka bukan lagi kuda hitam, melainkan pesaing sejati.
Saat ini menempati peringkat ke-6 dunia, tim utama Maroko mencatat 40 pertandingan tak terkalahkan (tidak termasuk tim B berbasis domestik di Kejuaraan Negara Afrika). Meskipun rekor itu termasuk kemenangan kontroversial di final Piala Afrika, tim Maroko ini telah menjadi salah satu yang paling sulit dikalahkan di dunia. Brasil merasakannya langsung di laga pembuka Piala Dunia. Maroko membuat frustrasi lawan sepanjang pertandingan dan meraih hasil imbang yang pantas. Mereka kemudian menahan kemenangan tipis 1-0 atas Skotlandia dan mengalahkan Haiti yang bermain penuh semangat dengan skor 4-2 untuk finis di posisi kedua Grup C.
Achraf Hakimi adalah nama terbesar di skuad Maroko dan ia selalu tampil gemilang di panggung besar. Bek kanan PSG ini konsisten menjadi pemain terbaik di lapangan saat mengenakan seragam negaranya. Ia merupakan bagian penting dari lini pertahanan yang solid dan jarang kebobolan, tetapi juga aktif membantu serangan terutama dalam transisi cepat. Ia mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan melawan Haiti.
Maroko biasanya tidak bermain dengan penyerang murni, melainkan mengandalkan gelandang serang PSV, Ismael Saibari. Pemain yang dikabarkan akan pindah ke Bayern Munchen pada musim panas ini menjadi bintang kejutan bagi Maroko di Piala Dunia kali ini. Ia mencetak gol di setiap pertandingan fase grup untuk Singa Atlas dan menjadi sumber utama ancaman ofensif. Gol cepatnya melawan Brasil dan Skotlandia memberi Maroko keunggulan awal yang mampu mereka pertahankan hingga akhir laga.
Kedua tim ini sama-sama tangguh dan sulit dikalahkan, yang menjanjikan pertandingan gugur yang seru dan penuh persaingan. Laga ini berpotensi berlanjut hingga perpanjangan waktu bahkan adu penalti, dan itulah prediksi saya. Maroko kemungkinan unggul lebih dulu dan mempertahankan hasil imbang 1-1 di waktu normal seperti saat melawan Brasil. Tidak ada gol di perpanjangan waktu sebelum Yassine Bounou kembali menjadi pahlawan adu penalti bagi Singa Atlas.
Prediksi: Belanda 1-1 Maroko (Maroko menang lewat adu penalti 5-3)