Nusakambangan (ANTARA) - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai program nasional skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan rontgen dada, dan cek kesehatan gratis bagi 272.573 warga binaan pemasyarakatan serta 48.876 petugas di 532 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia.
Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan "kick off" nasional di Lapas Kelas IIA Ngaseman, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin, yang dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan program skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis akan dilaksanakan secara paralel di seluruh lapas dan rutan hingga Desember 2026.
"Khusus di Nusakambangan yang menjadi lokasi kick off akan menyentuh penerima manfaat sekurang-kurangnya 4.842 warga binaan pemasyarakatan dan 926 pegawai," kata Agus.
Ia menegaskan layanan kesehatan merupakan hak dasar seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
Menurut Agus, pemeriksaan kesehatan dan skrining TBC menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit lebih dini sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan lapas dan rutan.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan warga binaan memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak.
"Jadi warga biasa dengan warga binaan itu hak kesehatannya harusnya sama. Kalau bisa mereka hidup sampai selesai menjalani pidana, kemudian keluar tetap dalam kondisi sehat," kata Budi.
Ia menjelaskan lapas dan rutan menjadi salah satu lokasi yang memiliki risiko penularan TBC lebih tinggi karena banyak penghuni tinggal dalam satu ruangan, tidur berdekatan, dan menjalani aktivitas di ruang tertutup.
Menurut Budi, program skrining tersebut juga mendukung upaya pemerintah menekan kasus TBC nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi, kenapa kami skrining TBC di lapas, karena memang di lapas ini lebih tinggi rata-rata penderita TBC," ujarnya.
Budi berharap seluruh lapas dan rutan dapat melaksanakan skrining secara optimal sehingga warga binaan yang terdeteksi TBC dapat segera memperoleh pengobatan dan tidak menularkan penyakit kepada penghuni lainnya.
Kegiatan skrining nasional tersebut akan berlangsung secara bertahap hingga Desember 2026 dengan melibatkan seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Indonesia.





