Kutai Timur Launching 4 Sekolah Lansia, Cetak Orangtua Tangguh dan Produktif 
Budi Susilo June 29, 2026 06:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) resmi meluncurkan (launching) program Sekolah Lansia tahun 2026. 

Momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2026.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memerhatikan kesejahteraan warga lanjut usia di wilayah tersebut.

Program ini diharapkan mampu menjadi wadah edukasi berkelanjutan yang efektif bagi kelompok lansia.

Tercatat ada empat Sekolah Lansia yang diresmikan secara bersamaan dengan total kuota mencapai 200 siswa lansia. Setiap sekolah masing-masing menampung sebanyak 50 peserta didik yang tersebar di wilayah Kecamatan Sangatta Utara.

Baca juga: Momen Hangat Hari Bhayangkara, Irjen Pol Endar Priantoro Hibur Lansia dan Anak Panti di Balikpapan

Sekolah Lansia hadir sebagai wadah pembelajaran sepanjang hayat bagi para lansia melalui berbagai kegiatan.

"Edukasi, pembinaan kesehatan, penguatan spiritual, sosial, serta keterampilan," ungkap Plh. Kepala DPPKB Kutai Timur, Yuriansyah, Senin (29/6/2026).

Adapun keempat sekolah tersebut meliputi Sekolah Lansia Sekar Kedaton di Desa Sangatta Utara dan Sekolah Lansia Mawar di Kelurahan Teluk Lingga. 

Selain itu, diluncurkan pula Sekolah Lansia Sekar Melati di Desa Swarga Bara serta Sekolah Lansia Bina Sehat di Desa Singa Gembara.

Melalui kurikulum khusus, para siswa lanjut usia ini akan dibimbing untuk menguasai konsep 7 Dimensi Lansia Tangguh. 

Dimensi tersebut meliputi aspek spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional (keterampilan), serta kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga: Warga Karang Asam Ulu Samarinda Geger, Pria Lansia Tewas Tergantung di Belakang Rumah

"Kami ingin menyiapkan lansia tangguh yang tetap produktif. Melalui penerapan tujuh dimensi lansia tangguh ini, masa tua mereka bisa dijalani dengan bahagia, sehat, dan tetap berdaya di lingkungannya," jelasnya.

Program ini juga dinilai sejalan dengan visi mewujudkan ketahanan keluarga yang utuh dari hulu hingga hilir kehidupan berkelanjutan. 

Lansia tidak lagi dipandang sebagai beban pembangunan, melainkan aset berharga yang kaya akan pengalaman hidup dan nilai kearifan yang dapat diwariskan.

Peringatan Harganas ke-33 tahun 2026 ini sendiri mengusung tema nasional "Ayah Wajib Hadir". 

Tema tersebut menekankan pentingnya peran aktif seluruh anggota keluarga dalam pengasuhan anak serta kepedulian bersama terhadap pemenuhan hak-hak lansia.

"Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi lansia di daerah kita," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.