Turis Asing di Bali Dijambret Saat Pakai Maps, Sepak Terjang Residivis 5 Kali Kandas di Banyuwangi
Ida Ayu Suryantini Putri June 29, 2026 07:23 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelarian AM, seorang residivis kambuhan yang menjambret ponsel milik warga negara asing (WNA) di Kuta hingga viral di media sosial, akhirnya kandas di sebuah kamar hotel di Banyuwangi, Jawa Timur. 

Pria yang tercatat sudah beberapa kali keluar masuk penjara tersebut diringkus oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali saat bersembunyi dari kejaran petugas.

Aksi kriminalitas jalanan ini menimpa seorang turis asing berinisial MBE di Jalan By Pass Ngurah Rai, dekat Underpass Tuban, Kuta. 

Baca juga: 3 PELAKU Jambret Tante Jenna Ternyata Residivis, Dua Tertangkap Saat Hendak Kabur ke Jawa Barat!

"Pelaku memepet kendaraan korban, merampas telepon genggam secara paksa, dan melarikan diri," ungkap Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol Lintar Mahardhono, pada Senin 29 Juni 2026.

Akibat perampasan tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp17 juta dan langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta. 

Bermodal laporan polisi dan rekaman video kejadian yang viral di jagat maya, Tim Resmob Polda Bali langsung melakukan pelacakan intensif di lapangan.

"Tiga hari yang lalu pelaku berhasil kita tangkap di luar pulau," ujar Kombes Pol Lintar.

Aparat kepolisian harus menyeberang ke Pulau Jawa setelah mendeteksi keberadaan AM yang mencoba mengaburkan jejak. 

Baca juga: Jalan ke Toko, Lansia di Karangasem Jadi Korban Jambret, Tas Sariati Tiba-Tiba Ditarik Pria Bermotor

Pelaku akhirnya disergap tanpa perlawanan di New Surya Hotel Banyuwangi dan langsung diinterogasi mengenai barang bukti yang digasak.

"Pelaku adalah pelaku tunggal, namun pelaku sudah melakukan kejahatan berulang dan residivis selama lima kali," jelas Kombes Pol Lintar.

Dari pengakuan AM, polisi bergerak menyisir wilayah Jimbaran tempat ia menyembunyikan motor Yamaha NMAX operasionalnya lengkap dengan dua buah pelat nomor palsu. 

Di lokasi yang sama, petugas mengamankan lima unit ponsel termasuk milik korban, uang tunai, serta sebo penutup wajah yang biasa ia gunakan untuk menyamar.

"Jadi enam kali ini baru keluar masuk penjara. Pelaku saat ini masih dikembangkan oleh tim," tegas Kombes Pol Lintar.

Pengusutan kasus ini dipastikan tidak berhenti pada sosok Amin semata. 

Ditreskrimum Polda Bali kini tengah melebarkan radar penyelidikan untuk memburu seorang residivis jambret lain bernama Tommy, yang disebut-sebut telah memasok empat unit telepon genggam ilegal kepada tersangka.

"Kita maksimalkan karena kita, Polda Bali, adalah merupakan jendela Indonesia dan tujuan dari wisatawan," kata Kombes Pol Lintar.

Langkah agresif ini diambil demi memulihkan rasa aman bagi para pelancong mancanegara yang berlibur di Pulau Dewata. 

Polda Bali berkomitmen memberantas tuntas seluruh jejaring kejahatan jalanan, termasuk mengejar para penadah yang selama ini menjadi penyokong ekonomi para pelaku.

"Yang TKP dengan korban warga negara asing, sudah kita ungkap semua. Kita pastikan bahwa wisatawan merasa aman berada di Bali," pungkas Kombes Pol Lintar. (*) 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.