SURYA.CO.ID, SUMENEP - Krisis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melanda Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), memaksa pengendara mengantre berjam-jam di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi ini menyebabkan antrean panjang yang kerap memakan badan jalan, Senin (29/6/2026).
Fenomena antrean ini terpantau di beberapa lokasi strategis, seperti SPBU Kalianget, SPBU Gedungan dan SPBU Kolor.
Meski harus menunggu dalam waktu lama, para pengendara tetap bertahan, karena BBM menjadi kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas ekonomi harian.
Baca juga: Kelangkaan BBM di Bangkalan Picu Antrean Panjang dan Kemacetan Lalu Lintas
Para pengendara yang menggantungkan hidup pada angkutan transportasi dan logistik merasakan dampak signifikan.
Sugito, seorang sopir angkutan umum asal Kecamatan Pragaan, mengaku harus mengantre lebih dari satu jam hanya untuk mengisi tangki kendaraannya.
"Sekarang SPBU sering kosong. Kalau BBM datang, antrean langsung sampai ke jalan raya. Saya sudah menunggu lebih dari satu jam di sini," ujar Sugito saat ditemui SURYA.co.id di SPBU Gedungan.
Keluhan serupa disampaikan Rahmat, pengemudi pikap yang mengandalkan Biosolar.
Ia mengaku terpaksa harus berkeliling ke sejumlah SPBU, karena sulitnya mendapatkan solar dalam beberapa hari terakhir.
"Sudah beberapa hari susah mendapatkan solar. Sekarang saya sudah hampir dua jam mengantre di SPBU ini," kata Rahmat.
Baca juga: Warga Ponorogo Keluhkan Kelangkaan BBM Bersubsidi dan Picu Antrean Panjang di SPBU
Menanggapi fenomena yang sudah terjadi selama dua pekan tersebut, Farid, selaku Pengawas SPBU Pertamina 54.694.08, menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan dipicu oleh kebijakan kuota distribusi yang ditetapkan Pertamina.
Menurutnya, jumlah pengiriman saat ini belum mampu mengimbangi tingginya permintaan masyarakat.
Berikut adalah data distribusi BBM di SPBU tersebut:
"Keterbatasan jumlah pengiriman menyebabkan stok sering habis sebelum seluruh permintaan masyarakat terpenuhi," jelas Farid.
Baca juga: Pertamina Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Jatim, Tambah Distribusi Pastikan Stok Tetap Aman
Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu produktivitas sektor transportasi.
Pengemudi yang seharusnya bisa melayani penumpang atau mengirim barang, justru kehilangan waktu berharga karena terjebak dalam antrean di SPBU.
Hingga kini, masyarakat Sumenep masih menanti solusi konkret terkait penyesuaian kuota agar kelangkaan BBM bersubsidi tidak terus berulang.