Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Ketua cabang perguruan silat di Boyolali mengaku kesulitan memastikan siapa pihak yang terlibat dalam rangkaian kericuhan usai pengesahan warga baru perguruan silat.
Menurutnya, kondisi dualisme kepemimpinan di internal perguruan silat serta dugaan keterlibatan pihak ketiga membuat identifikasi pelaku di lapangan tidak mudah dilakukan.
Kericuhan yang terjadi usai pengesahan warga baru perguruan silat di Boyolali berbuntut panjang.
Baca juga: BREAKING NEWS: Konvoi Pendekar di Boyolali Ricuh, Empat Orang Dibacok OTK
Selain muncul laporan penganiayaan terhadap warga dan perusakan bengkel, empat pendekar juga menjadi korban penyerangan di sejumlah lokasi.
Ketua cabang perguruan silat Boyolali, Komarudin, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kelompok yang terlibat dalam insiden tersebut.
"Ya, betul. Pertama, kita sulit memastikan apakah ini melibatkan kelompok perguruan silat kita, atau justru pihak ketiga. Hal ini sulit dipastikan karena di dalam tubuh perguruan silat sendiri sampai saat ini masih terjadi dualisme kepemimpinan, dan itulah yang menjadi kendala," ujar Komarudin.
Ia menjelaskan, dualisme kepemimpinan di tubuh perguruan silat membuat proses identifikasi di lapangan menjadi semakin rumit.
Kondisi tersebut diperparah dengan kemungkinan adanya oknum dari pihak ketiga yang memanfaatkan situasi.
“Ini yang menyulitkan kita, karena dari identitasnya saja kita susah membedakan," tegasnya.
Komarudin juga mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi kericuhan yang terjadi di wilayah Sambi, Banyudono, hingga Teras.
Baca juga: Dibacok OTK Bertopeng, 4 Pendekar di Boyolali Luka Serius : Korban Terparah Harus Dijahit 13 Kali
Saat insiden berlangsung, pengurus cabang sedang memusatkan perhatian pada pengamanan prosesi pengesahan warga baru di Gladaksari, Ampel.
"Saya kurang paham kalau untuk kejadian tadi malam. Karena saat itu kami sedang fokus di lokasi kami, sementara kejadian-kejadian tersebut letaknya cukup jauh, seperti di Bangak, Banyudono, dan beberapa titik lainnya. Oleh karena itu, kami tidak mengetahui secara pasti bagaimana kronologi maupun detail kejadiannya. Kami juga tidak tahu siapa yang menjadi korban, serta kelompok mana saja yang terlibat dalam kekacauan tersebut," jelasnya.
Meski demikian, Komarudin membenarkan bahwa saat prosesi pengesahan berlangsung, banyak anggota perguruan silat dari berbagai daerah datang untuk ikut memeriahkan acara.
Mereka berasal dari sejumlah wilayah seperti Salatiga, Semarang, Kudus, Magelang, hingga Solo Raya.
“Istilahnya, mereka ikut meramaikan, mangayubagyo," tambah Komarudin.
Baca juga: Detik-detik Pembacokan Pendekar di Boyolali, 4 Orang Tak Dikenal Hadang 14 Pendekar yang Konvoi
Terkait proses pengungkapan kasus, Komarudin menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
"Terkait hal tersebut, mari kita percayakan saja sepenuhnya kepada rekan-rekan dari Polres Boyolali," pungkasnya.