Sirkuit BMX Banyuwangi Dongkrak Ekonomi Warga, Warung hingga Homestay Kebanjiran Rezeki
Samsul Arifin June 29, 2026 08:30 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Keberadaan Sirkuit BMX Banyuwangi, Jawa Timur tak hanya melahirkan arena balap berstandar internasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitarnya.

Setiap agenda balap berskala nasional maupun internasional mampu menghadirkan ribuan orang yang ikut menggerakkan roda perekonomian lokal.

Efek positif tersebut kembali dirasakan warga setelah gelaran Banyuwangi BMX Supercross yang berlangsung pada 27-28 Juni 2026.

Aktivitas ekonomi dipastikan terus berlanjut karena Banyuwangi kembali dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX yang digelar pada 4-5 Juli 2026.

Banyak atlet yang sebelumnya mengikuti Banyuwangi BMX Supercross memilih tetap tinggal di Banyuwangi sambil mempersiapkan diri menghadapi Kejurnas.

Kondisi itu membuat tingkat hunian penginapan meningkat, begitu pula aktivitas perdagangan di sekitar kawasan sirkuit.

Tak hanya pelaku usaha kuliner, warga yang menyediakan homestay, jasa sewa kendaraan, hingga fasilitas umum juga merasakan dampak langsung dari ramainya kegiatan olahraga tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga tidak hanya berdampak pada prestasi atlet, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di daerah penyelenggara.

Baca juga: Sirkuit BMX Banyuwangi Berstandar Olimpiade Jadi Magnet Pembalap Nasional hingga Mancanegara

Ratusan Atlet Bertahan di Banyuwangi

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, mengatakan banyak pembalap yang mengikuti Banyuwangi BMX Supercross memutuskan memperpanjang masa tinggal mereka untuk mengikuti Kejurnas BMX.

"Banyak pembalap yang mengikuti Supercross, tinggal di Banyuwangi untuk mengikuti Kejurnas. Ini menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," kata Jadi Rajagukguk.

Sebelumnya, Banyuwangi BMX Supercross diikuti 343 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia maupun mancanegara. Seluruh peserta datang bersama ofisial dan anggota keluarga sehingga turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut Jadi, Kejurnas BMX juga diperkirakan diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kejurnas juga akan diikuti oleh ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ini juga akan menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," tambahnya.

Warung hingga Homestay Kebanjiran Rezeki

Salah seorang warga, Yuli (50), pemilik warung makanan dan minuman di jalur menuju sirkuit, mengaku sangat bersyukur karena kejuaraan kembali digelar di Banyuwangi.

Ia menceritakan, sebelum sirkuit dibangun, kawasan tersebut merupakan area perkebunan yang sepi. Kini, setiap ada kompetisi, lingkungan tempat tinggalnya berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

“Dulu di sini sepi, tapi sejak ada sirkuit jadi ramai, warga di sini semuanya bersyukur ada sirkuit karena mereka jadi bisa buka usaha. Apalagi kalau ada lomba seperti sekarang warung saya tambah ramai, omzet naik drastis,” ujar Yuli.

Tak hanya berjualan makanan, Yuli juga membangun rumah yang disewakan kepada peserta kompetisi. Pada Kejurnas kali ini, rumah miliknya disewa selama 10 hari oleh salah satu tim dari luar daerah.

“Alhamdulillah penghasilannya jadi dobel kalau ada lomba di sirkuit dari warung dan penyewaan rumah. Harapan saya bisa sering diadakan lomba di sini,” ujarnya.

Warga Manfaatkan Peluang Usaha

Manfaat serupa juga dirasakan Tumini yang tinggal tepat di samping sirkuit. Selain membuka warung makan, ia menyediakan jasa penyewaan kendaraan dan toilet umum bagi pengunjung.

Menurutnya, keberadaan sirkuit BMX berstandar internasional telah mengubah perekonomian warga sekitar menjadi lebih baik.

“Sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan toilet umum,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dewi yang rutin membuka lapak makanan setiap kali ada perlombaan di Sirkuit BMX Banyuwangi.

Ia mengaku sudah mulai berjualan sejak sepekan sebelum lomba berlangsung karena banyak atlet datang lebih awal untuk menjalani latihan.

“Senang banget. Setiap ada lomba, kami bisa berjualan. Bisa menambah penghasilan keluarga. Kami inginnya sering-sering ada lomba,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan nasional maupun internasional, Sirkuit BMX Banyuwangi tidak hanya menjadi pusat pembinaan olahraga balap sepeda, tetapi juga terus memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.