Mahasiswa Demo Polda Sumbar, Tuntut Kapolri Periksa Kapolda Terkait Tambang Ilegal dan Narkoba
Rahmadi June 29, 2026 11:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Koordinator aksi Aliansi Masyarakat Sumbar Menggugat, Taufiq, menegaskan demonstrasi yang digelar di depan Markas Polda Sumbar pada Senin (29/6/2026) merupakan bentuk desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kapolda Sumbar beserta jajarannya.

Menurut Taufiq, aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Sumatera Barat yang menilai masih banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan Polda Sumbar.

"Hari ini kami melaksanakan aksi bersama teman-teman pergerakan Sumatera Barat dan juga berbagai organisasi mahasiswa maupun pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumbar Menggugat. Tuntutan utama kami adalah evaluasi total terhadap Kapolda Sumbar dan jajarannya," kata Taufiq kepada wartawan.

Ia mengatakan, salah satu alasan munculnya tuntutan tersebut ialah karena Kapolda Sumbar dinilai tidak membuka ruang komunikasi dan dialog dengan elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.

Menurutnya, pihak aliansi telah beberapa kali menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi, namun hingga kini belum memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan Kapolda Sumbar.

"Kami melihat tidak adanya keterbukaan untuk berdialog dengan elemen masyarakat. Padahal Sumatera Barat memiliki tradisi intelektual yang mengedepankan dialog," ujarnya.

Baca juga: APINDO UMKM Merdeka Cetak Wirausaha Muda Lewat Program Magang Mahasiswa di Payakumbuh

Soroti Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal dan Narkoba

Selain persoalan komunikasi, Taufiq juga menyoroti dugaan pembiaran terhadap praktik tambang ilegal dan peredaran narkoba di Sumatera Barat.

Ia menilai penegakan hukum terhadap dua persoalan tersebut belum berjalan maksimal sehingga memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat.

Menurutnya, aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat telah memberikan dampak serius terhadap lingkungan, termasuk berpotensi mengancam cadangan air bersih masyarakat.

"Ini bukan lagi persoalan tambang rakyat. Yang kami lihat sudah menggunakan alat berat dan dampaknya terhadap lingkungan sangat besar. Persoalan seperti ini harus menjadi perhatian aparat penegak hukum," katanya.

Dalam pernyataannya, Taufiq juga menyampaikan adanya dugaan pembiaran terhadap berbagai persoalan tersebut oleh oknum di lingkungan kepolisian. Pernyataan tersebut merupakan pandangan dari pihak aliansi.

Ia juga mempertanyakan belum dilaksanakannya pergantian Kapolda Sumbar meski, menurutnya, telah beredar informasi mengenai keputusan mutasi.

Baca juga: Nestapa Nelayan Pantai Purus Padang: Tak Melaut Akibat Cuaca Buruk, Jumadi Pusing Biaya Sekolah Anak

Mahasiswa Ancam Tingkatkan Eskalasi Aksi

Taufiq mengatakan demonstrasi yang digelar kali ini baru merupakan langkah awal. Ia menyebut aksi tersebut dipersiapkan dalam waktu singkat, namun berhasil menghimpun berbagai elemen mahasiswa dan pemuda di Sumatera Barat.

Ke depan, kata dia, aliansi akan terus menggalang dukungan dari berbagai kelompok masyarakat apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons.

"Kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan eskalasi gerakan. Kami akan mengakomodasi lebih banyak elemen masyarakat agar berbagai persoalan yang kami anggap sebagai bentuk ketidakadilan ini mendapat perhatian," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan "Evaluasi Total Polda Sumbar", "Polda Buta", dan "Polda Busuk". Mereka juga membakar ban bekas di depan Mapolda sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.

Aksi sempat diwarnai saling dorong antara massa dan aparat saat petugas berupaya memadamkan api dari ban yang dibakar. Namun situasi kembali kondusif dan penyampaian aspirasi dilanjutkan secara damai.

Dalam demonstrasi itu, massa menyampaikan tiga tuntutan kepada Mabes Polri, yakni mendesak pemeriksaan terhadap Kapolda Sumbar atas dugaan kelalaian dalam menjalankan tugas, mengusut tuntas aktor intelektual di balik dugaan pabrik narkoba di Kota Padang, serta membentuk tim khusus untuk memberantas praktik tambang ilegal di Sumatera Barat beserta dugaan keterlibatan pihak-pihak yang melindunginya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.