Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terpilih Timor Tengah Utara (TTU), Chandra Anin enggan berkomentar ihwal salah satu anggota DPRD dari partai tersebut diduga terlibat aksi Intimidasi terhadap almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di IGD RS Leona Kefamenanu.
POS-KUPANG.COM sudah berupaya menghubungi yang bersangkutan pada Senin, 29 Juni 2026 melalui pesan maupun telepon WhatsApp. Kendati demikian, Ketua DPC PKB TTU terpilih tersebut enggan berkomentar.
Sebelumnya, Mahasiswa dan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meminta Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten TTU dan Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU untuk mengambil sikap tegas atas anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap Dokter Jaga RSU Leona Kefamenanu, Dokter Icha.
Baca juga: Pimpinan DPRD TTU Serahkan Rekomendasi Laporan Dugaan Intimidasi Anggota ke BK untuk Diusut
Pernyataan tersebut disampaikan orator Germas PMKRI Cabang Kefamenanu, Yohanes Niko Seran Sakan, dalam orasi aksi 1000 di depan Kantor DPRD TTU, Sabtu, 27 Juni 2026 malam.
Menurut Niko, mereka sangat menyayangkan pimpinan DPRD TTU yang tidak ambil bagian dalam aksi 1000 lilin itu.
Dugaan intimidasi terhadap Nakes tidak dapat dibenarkan.
"Hari ini ada seorang ayah yang kehilangan putrinya, seorang sahabat yang kehilangan rekannya," ujarnya.
Massa aksi memastikan akan mengawal kasus ini hingga ke ranah hukum. DPC PMKRI Cabang Kefamenanu akan berkoordinasi dengan PMKRI Pusat agar mengawal kasus ini sampai ke pimpinan partai dan pemerintah pusat. (bbr)