Pasar otomotif Kanada memiliki kemiripan dengan pasar AS.

Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif asal China tengah mempersiapkan ekspansinya ke Kanada, meski negara ini memberlakukan pembatasan ketat terhadap impor kendaraan listrik dari Negeri Tirai Bambu, menurut laporan dari CarsCoops, Senin (29/6).

Hal itu dikarenakan mereka ingin mempelajari karakteristik pasar Amerika Utara, sebelum produsen otomotif asal China itu masuk ke pasar Amerika Serikat (AS).

Menurut sejumlah laporan yang ada, pasar otomotif Kanada memiliki kemiripan dengan pasar AS.

Preferensi konsumen, tingkat daya beli, regulasi otomotif, hingga sistem distribusi kendaraan melalui dealer dinilai memiliki banyak kesamaan.

Kondisi tersebut menjadikan Kanada sebagai lokasi ideal bagi produsen China untuk menguji strategi bisnis, memahami perilaku konsumen, dan membangun pengalaman operasional sebelum memasuki pasar AS yang jauh lebih besar.

Sejumlah merek China, seperti Chery, BYD, Changan, dan Lotus diketahui telah melakukan persiapan.

Beberapa perusahaan diketahui mulai merekrut jaringan dealer, menjalankan program pengujian kendaraan, hingga mempersiapkan proses sertifikasi dan persetujuan regulasi di Kanada.

Dan Hearsch, salah satu pimpinan global praktik otomotif di AlixPartners, menyebut transisi dari Kanada ke AS di masa mendatang dapat berlangsung dengan mudah apabila perusahaan telah memiliki fondasi yang kuat di pasar Kanada.

Namun, ekspansi produsen China masih menghadapi tantangan besar di AS. Pemerintah AS masih menerapkan tarif tinggi, pembatasan teknologi kendaraan terkoneksi, serta hambatan politik terhadap merek-merek otomotif China.

Meski demikian, sejumlah eksekutif industri meyakini peluang memasuki pasar Amerika masih terbuka di masa depan.

Presiden Chery International, Zhang Guibing mengatakan bahwa perusahaannya memiliki keinginan untuk menjual kendaraan di AD dan menilai hampir semua produsen otomotif China memiliki ambisi yang sama.