Kilas Balik Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, Dikabar terjaring OTT KPK dan Kebijakan Terkait PETI
Nolpitos Hendri June 30, 2026 03:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut kilas balik kepemimpinan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby yang dikabar terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK, mulai dari kegiatan sejak dilantik hingga kebijakan terkait PETI.

Suhardiman Amby dipercaya menjadi Bupati Kuansing periode pertama menggantikan Andi Putra dengan masa jabatan 2023–2025.

Suhardiman Amby resmi dilantik 14 Juli 2023 sebagai Bupati Kuansing mengisi sisa masa jabatan 2023–2025, menggantikan Andi Putra yang terjaring OTT KPK.

Baca juga: Sepak Terjang Suhardiman Amby, Anggota DPRD Riau dan Bupati Kuansing, Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Baca juga: Tanggapan Pemprov Riau Terkait Kabar Bupati Kuansing Suhardiman Amby Terjaring OTT KPK

Pada 20 Februari 2025, Suhardiman Amby dilantik kembali oleh Presiden Prabowo Subianto untuk periode penuh 2025–2030, didampingi Wakil Bupati Muklisin setelah dinyatakan menang dalam Pilkada.

Setelah dilantik menjadi Bupati Kuansing, Suhardiman Amby langsung menegaskan prioritas utamanya dalam membangun Kuantan Singingi.

A. Prioritas Utama Suhardiman Amby

Berikut prioritas utama Suhardiman Amby dalam membangun kuansing :

1. Penertiban PETI dan Lingkungan

- Terbitkan Surat Edaran Bupati No.1714/2025: Larangan tegas tambang tanpa izin

- Deklarasi “Zero PETI”: Tindak tegas, musnahkan alat, dan proses hukum pelaku

- Usulkan 14.000 ha Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk legalisasi usaha rakyat

- Reklamasi lahan eks-PETI: Ubah 4 ha menjadi sawah produktif (Januari 2026)

2. Kesehatan dan Kesejahteraan

- Program UHC: Semua warga berobat cukup pakai KTP, tanpa biaya di Puskesmas/RSUD

- JAMELAH: Jemput antar ibu melahirkan gratis ke fasilitas kesehatan

- Home Care: Tim medis datang ke rumah warga sakit di desa terpencil

- Fokus turunkan angka stunting dan perbaiki gizi anak

3. Infrastruktur dan Ekonomi

- Perbaikan jalan desa, jembatan, dan akses sungai ke pusat perekonomian

- Dukung petani karet, sawit, padi: Bantuan bibit unggul dan pelatihan modern

- Bentuk Koperasi Merah Putih dan rekrut 1.054 PPPK Paruh Waktu untuk percepatan pembangunan desa

- Tingkatkan PAD lewat pajak daerah yang adil dan transparan

4. Budaya dan Identitas

- Dukung penuh Pacu Jalur sebagai aset budaya dan pariwisata utama Kuansing

- Sukses gelar MTQ Riau ke-44 (Juni 2026) dengan lingkungan bersih dan aman

5. Pencapaian hingga Juni 2026

- Penurunan signifikan lokasi PETI; banyak pelaku beralih ke izin resmi

- Cakupan layanan kesehatan menjangkau 98 persen wilayah desa

- Reklamasi lahan eks-tambang dan penghijauan berjalan terus

- PAD naik 12?lam 2 tahun terakhir

- Kuansing jadi salah satu daerah di Riau dengan penurunan stunting tercepat

6. Visi Berjalan

“Membangun Kuansing yang Maju, Berkeadilan, Berbudaya, dan Berkelanjutan – dari desa, oleh rakyat, untuk rakyat.”

B. Kegiatan Suhardiman Amby Sejak Menjadi Bupati Kuansing

1. Momen Pelantikan

Tanggal: 20 Februari 2025 | Tempat: Istana Negara, Jakarta

Kegiatan: Dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Bupati Kuansing periode 2025–2030, bersama Wakil Bupati Mukhlisin

Ucapan: “Saya berjanji memimpin amanah ini dengan jujur, bersih, melayani, dan membangun Kuansing lebih maju, sejahtera, serta menjaga nilai budaya dan agama yang menjadi identitas daerah.”

2. Program dan Kegiatan Utama (Feb 2025 – Mei 2026)

a. Bidang Pembangunan dan Infrastruktur

- Percepatan perbaikan jalan: Mengusulkan perbaikan ruas jalan nasional dengan anggaran Rp90 miliar, memastikan akses lancar sebelum MTQ

- Pengembangan jalan desa: Membangun akses baru di wilayah Kopah dan pelosok untuk membuka isolasi wilayah

- Digitalisasi layanan: Mendorong sistem pelayanan publik daring agar lebih cepat, transparan, dan tanpa pungli

- Pengangkatan pejabat: Melantik 36 kepala sekolah dan pejabat fungsional, menekankan mutu pendidikan dan akuntabilitas

Ucapan : “Pembangunan harus merata, tidak hanya di kota. Infrastruktur adalah kunci ekonomi, pelayanan bersih adalah hak rakyat.”

b. Bidang Agama dan Sosial

- Ziarah dan peringatan hari besar: Ziarah ke makam pahlawan, memperingati hari Islam, dan mendukung pembangunan masjid/surau

- Persiapan tuan rumah: Memimpin rapat koordinasi rutin untuk memastikan kesiapan lokasi, akomodasi, keamanan, dan kebutuhan kafilah

- Audiensi ke Menag: 14 April 2026, mengundang Menteri Agama membuka MTQ ke-44 secara resmi

Ucapan ke Menag: “MTQ ini bukan sekadar lomba, tapi sarana syiar Al-Qur’an. Kami siap menjadi tuan rumah yang ramah dan memuaskan semua tamu.”

3. Persiapan Menuju MTQ Riau ke-44 (Juni 2026) 11–25 Juni 2026

- Gotong royong massal: Mengerahkan seluruh OPD dan warga membersihkan kota, Tepian Narosa, serta jalan utama

- Peluncuran logo dan nomor urut: Meluncurkan logo resmi MTQ dan undian nomor urut pawai peserta

- Apel kesiapan keamanan: Memimpin apel gabungan, menyiapkan ratusan personel Polri, TNI, Satpol PP, dan relawan

- Peninjauan lapangan: Mengecek langsung arena lomba, tempat ibadah, bazar, dan jalur transportasi

Ucapan Bupati: 

- “Kuansing harus tampil bersih, indah, dan nyaman. Jadikan MTQ ini ajang mempererat persaudaraan, bukan sekadar mencari juara.”

- “Semua petugas harus melayani dengan senyum, penuh rasa tanggung jawab, dan menjaga nama baik daerah.”

4. Saat Pembukaan MTQ Riau ke-44 Tanggal 26 Juni 2026

- Kegiatan: Menyambut tamu undangan, Gubernur Riau, Menag RI, kafilah dari 12 kabupaten/kota; membuka rangkaian acara secara simbolis

Ucapan Pembukaan: “Selamat datang di Bumi Lancang Kuning. MTQ ke-44 ini kami persembahkan untuk memperkuat akhlak dan ilmu Al-Qur’an. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga acara ini membawa berkah, persatuan, dan kemajuan bagi seluruh umat Islam di Riau.”

C. Kebijakan Suhardiman Amby Terkait PETI

Berikut adalah seluruh kebijakan, kegiatan, dan ucapan resmi Suhardiman Amby sejak dilantik terkait PETI : 

1. Kebijakan dan Aturan Resmi

a. Surat Edaran Bupati No. 1714 Tahun 2025 (19 Juli 2025): Melarang keras segala bentuk penambangan tanpa izin di seluruh wilayah Kuansing; memerintahkan camat/kades mengawasi dan melaporkan ke aparat hukum.

b. Deklarasi “Zero PETI”: Menyatakan perang terbuka terhadap tambang ilegal karena merugikan lingkungan dan keuangan daerah.
Jalan keluar legal: Mengusulkan 14.000 hektare Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke Pemprov Riau, memfasilitasi Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar bisa berusaha secara sah.

2. Kegiatan dan Tindakan Nyata

- 4 Agustus 2025: Mendampingi Polda Riau melakukan penertiban awal di sepanjang Sungai Kuantan, memusnahkan peralatan tambang.

- 7 Oktober 2025: Turun langsung ke lokasi Pulau Bayur, Kec. Cerenti, memimpin pemusnahan puluhan rakit dan alat PETI; sempat terjadi insiden massa, namun tetap melanjutkan penegakan hukum.

- 14 Januari 2026: Memperagakan konversi lahan eks-PETI seluas 4 hektare menjadi sawah produktif di Desa Pulau Panjang Hulu, Kec. Inuman.

- April 2026: Mempercepat penyelesaian Perda Masyarakat Hukum Adat dan Perbup teknis sebagai payung hukum pengelolaan tambang rakyat.

3. Ucapan dan Pernyataan Resmi

a. Tentang dampak kerugian PETI :

- “PETI merugikan Rp6,6 miliar per hari atau Rp2,4 triliun per tahun, tidak menyetor ke PAD, mencemari sungai, merusak hutan dan lahan pertanian.”

b. Sikap tegas:

“Tidak ada toleransi bagi PETI di Sungai Kuantan. Jika tidak dibongkar sendiri, akan dimusnahkan dan diproses hukum.”

c. Solusi jangka panjang:

“Kita tidak hanya menindak, tapi juga berikan jalan legal. Melalui WPR dan IPR, usaha rakyat jadi sah, aman, dan berkontribusi bagi daerah.”

d. Menjelang MTQ:

“Penertiban juga demi kenyamanan tamu dan keindahan lingkungan saat MTQ Riau ke-44. Kuansing harus bersih, sehat, dan tertib.”

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.