Kapten Brasil Marquinhos Menanggapi Sindiran 'Arogan' dari Bintang Jepang terhadap Neymar Jelang Duel Piala Dunia
Rina Kusumawati June 30, 2026 03:25 AM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI AJANG PIALA DUNIA


Kapten tim nasional Brasil, Marquinhos, memberikan tanggapan terhadap komentar bernada sindiran dari bintang Jepang, Kento Shiogai, yang menyebut Neymar bersikap 'arogan' menjelang pertemuan kedua tim di babak 32 besar Piala Dunia.


Suasana menjelang laga antara Brasil dan Jepang memanas di luar lapangan setelah pernyataan kontroversial dari Shiogai. Marquinhos, selaku kapten Selecao, tidak tinggal diam dan menanggapi kritik yang mempertanyakan performa Neymar saat ini serta kekuatan kolektif tim Brasil.


Neymar kembali jadi sorotan


Neymar, yang menjadi pusat kritik Shiogai, tetap menjadi figur utama dalam skuad nasional meski terus berada di bawah sorotan publik internasional setelah namanya diumumkan dalam daftar pemain. Penyerang Wolfsburg tersebut mengatakan bahwa Neymar "tidak lagi seperti dulu" dan menyiratkan bahwa Brasil kini sudah tidak lagi disegani seperti masa kejayaannya. Ucapan tersebut dengan cepat sampai ke kamp latihan tim Brasil di Houston.


Brasil mendapat tambahan motivasi


Menanggapi hal itu, Marquinhos menilai bahwa cara terbaik untuk menjawab keraguan terhadap kemampuan teknis maupun fisik mereka adalah dengan tampil maksimal di lapangan. Dalam wawancaranya bersama Caze TV, sang bek menjelaskan bahwa seluruh tim menyadari adanya kritik tersebut dan justru menjadikannya sebagai bahan bakar semangat di babak gugur.


"Bagus kalau mereka terus bicara, karena itu bisa jadi motivasi bagi kami. Kami sudah berada di Amerika Serikat selama sebulan, bekerja keras dengan penuh kerendahan hati. Biarlah mereka yang banyak bicara, kami akan gunakan itu untuk memotivasi diri," ujar Marquinhos.


Tuduhan 'arogansi'


Meskipun pelatih Carlo Ancelotti memilih untuk bersikap diplomatis, Marquinhos mengambil pendekatan yang lebih tegas saat menanggapi sikap tim Jepang yang dijuluki Blue Samurai tersebut. Menurutnya, ada unsur kurang hormat terhadap perjalanan panjang tim nasional Brasil yang tengah mengejar gelar juara dunia keenam mereka.


"Fakta bahwa sepak bola saat ini sangat kompetitif. Yang penting adalah bermain dengan kecerdasan dan kebijaksanaan. Mungkin ada sedikit arogansi dari pihak mereka. Brasil tetaplah tim besar. Kami ingin menunjukkan kekuatan dan kualitas kami di setiap momen, setiap bola bisa menjadi penentu. Biarlah mereka yang berbicara, sementara kami menjadikannya motivasi untuk memenangkan pertandingan," jelas Marquinhos.


Laga penuh tekanan di Houston


Pertandingan yang akan digelar di Stadion NRG ini menjadi pertemuan pertama kedua negara di fase gugur Piala Dunia. Brasil datang ke laga ini dalam performa yang mulai stabil setelah awal yang lambat, mencatat dua kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti dan Skotlandia setelah sebelumnya bermain imbang dengan Maroko. Namun, catatan pertemuan terakhir mereka pada Oktober lalu tidak menguntungkan. Dalam laga persahabatan di Tokyo, Brasil gagal mempertahankan keunggulan di babak pertama dan akhirnya kalah 2-3 dari Jepang. Carlo Ancelotti kini berharap anak asuhnya mampu tampil lebih baik demi mengamankan tiket ke babak 16 besar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.